Pemprov Jawa Tengah Gelar Nuzulul Qur’an, Sekda Sumarno Ajak Umat Islam Tingkatkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan
- Pemprov Jateng
VIVA Banyumas – Peringatan Nuzulul Qur’an di Jawa Tengah yang dihadiri Sekda Sumarno menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat ibadah Ramadan dengan lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur’an di Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid At-Taqwa, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an sekaligus melakukan evaluasi diri selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai pengingat pentingnya mendekatkan diri kepada kitab suci Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut Sumarno, bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Bulan Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Karena itu mari kita evaluasi sejauh mana target kita membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujar Sumarno.
Ia juga mengingatkan umat Islam di Jawa Tengah agar memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan untuk meningkatkan amalan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat berjemaah, hingga melakukan iktikaf di masjid.
Sumarno menambahkan, setiap muslim idealnya memiliki target membaca Al-Qur’an selama Ramadan, minimal satu kali khatam.
Evaluasi terhadap target tersebut dinilai penting agar semangat beribadah tetap terjaga hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain itu, dalam peringatan Nuzulul Qur’an tersebut hadir pula penceramah Prof Dr Imam Taufiq yang menjelaskan tentang keagungan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bacaan lain di dunia.
“Tidak ada bacaan yang seperti Al-Qur’an. Dibaca setiap hari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang tua, bahkan dihafalkan oleh jutaan orang di seluruh dunia,” ujarnya.
Imam Taufiq juga menjelaskan bahwa makna Nuzulul Qur’an tidak hanya sebatas peringatan turunnya wahyu, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an harus selaras antara hati dan perbuatan. Tidak cukup hanya dibaca, tetapi juga harus diyakini dan diamalkan,” katanya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini, diharapkan umat Islam semakin mencintai Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama di bulan suci Ramadan.