Bahlil Lahadalia Ungkap Rencana Insentif Motor Listrik, Target Konversi Jutaan Motor Bensin di Indonesia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

VIVA BanyumasPemerintah melalui Bahlil Lahadalia mendorong transisi energi dengan program konversi motor listrik, termasuk pemberian insentif motor listrik bagi masyarakat yang mengubah motor bensin ke listrik melalui skema insentif konversi motor bensin ke motor listrik dari pemerintah.

img_title Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan B50 Jadi Sejarah Baru Energi Indonesia, Impor Solar Kini Diklaim Berhenti Total

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk mempercepat program konversi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan memberikan insentif bagi masyarakat yang mengikuti program konversi tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi polusi sekaligus mempercepat transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin, 9 Maret 2026, Bahlil Lahadalia menegaskan negara akan hadir untuk membantu masyarakat dalam proses konversi kendaraan.

“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Meski demikian, Bahlil mengaku pemerintah belum menentukan secara pasti jumlah target motor yang akan dikonversi maupun besaran subsidi yang akan diberikan kepada masyarakat.

img_title Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa: Bukan Krisis Batu Bara, PLN Diminta Benahi Sistem Operasional

Menurutnya, berbagai skema dukungan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi yang baru dibentuk.

“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan,” ujar Bahlil.

Program konversi motor bensin ke motor listrik menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya menekan emisi karbon serta meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia.

Bahlil Lahadalia menilai langkah ini penting mengingat jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sangat besar.

Pemerintah mencatat, jumlah sepeda motor konvensional di Indonesia saat ini mencapai sekitar 120 juta unit.

img_title Bahlil Lahadalia Tegaskan Maju Caleg 2029 dari Papua, Target Tambah Kursi Golkar di DPR RI

Karena itu, konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia juga telah mengumumkan pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi yang bertugas mendorong implementasi berbagai program energi bersih, termasuk konversi motor konvensional menjadi motor listrik.

Satgas tersebut diharapkan dapat merumuskan berbagai skema kebijakan, termasuk bentuk insentif yang tepat bagi masyarakat agar program konversi kendaraan listrik dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program konversi motor listrik dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

Halaman Selanjutnya
img_title