Donald Trump dan Putin Diskusikan Konflik Iran dan Ukraina, Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan
- AP/Dmitri Lovetsky
VIVA Banyumas – Donald Trump dan Vladimir Putin membahas Iran, Ukraina, dan krisis minyak dalam percakapan Trump Putin tentang perang Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin malam, 9 Maret 2026.
Dalam panggilan berdurasi sekitar satu jam itu, kedua pemimpin negara besar tersebut membahas sejumlah isu strategis internasional yang berdampak luas, termasuk perang Iran yang kini memicu krisis minyak global dan konflik di Eropa Timur.
Percakapan itu menggambarkan upaya kedua pihak untuk menavigasi tekanan geopolitik di tengah ketegangan global. Menurut penasihat urusan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, suasana pembicaraan ini sangat penting dan berdampak.
Penasihat Putin menggambarkan panggilan tersebut sebagai percakapan yang “profesional, terbuka, dan konstruktif,” serta berlangsung sekitar satu jam antara kedua pemimpin.
Dalam pernyataannya, Ushakov menegaskan bahwa Donald Trump yang menelepon Putin untuk membahas "sejumlah topik yang sangat penting terkait perkembangan terkini situasi global."
Salah satu isu utama yang diangkat dalam pembicaraan itu adalah konflik antara AS-Israel dan Iran.
Menurut Ushakov, Putin menyerukan kepada Trump “penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat” terhadap perang yang sedang berlangsung.
Trump sendiri menawarkan penilaiannya mengenai situasi yang berkembang.
“dalam konteks operasi AS-Israel yang sedang berlangsung," jelas Ushakov.
Selain Iran, kedua pemimpin juga membahas situasi di Ukraina di mana pasukan Rusia “maju dengan banyak keberhasilan,” menurut pernyataan yang merujuk pada konflik tersebut. Kalimat ini digunakan untuk mendorong negosiasi damai antara Kiev dan Moskow.
Putin juga disebut “menilai secara positif upaya mediasi yang dilakukan” oleh Trump dalam konflik Ukraina, yang mencerminkan dukungan terhadap upaya diplomatik untuk mencari solusi damai.
Selain isu perang, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai Venezuela “dalam konteks situasi di pasar minyak global.”
Isu ini menjadi semakin penting karena perang Iran telah memicu peningkatan tajam harga minyak dunia.
Perhatian global terhadap stabilitas energi kini meningkat karena risiko gangguan pasokan yang lebih luas akibat konflik tersebut.