Cilacap Siaga Kekeringan: BPBD Persiapkan Air Bersih, Sumur Bor, dan Penghijauan Wilayah
- BPBD Cilacap
Cilacap, VIVA Banyumas – BPBD Cilacap menyiapkan antisipasi kekeringan musim kemarau 2026 di Cilacap dengan penyediaan air bersih menghadapi kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada April 2026. Prediksi ini juga menunjukkan potensi kondisi lebih kering akibat fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, menyampaikan di Cilacap, Senin, bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya kesiapsiagaan, khususnya terkait penyediaan air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan.
“Yang jelas kami dalam rangka menghadapi prediksi BMKG bahwa musim kemarau datang lebih awal dan lebih kering, kami sudah mempersiapkan berbagai hal, salah satunya kesiapan tangki air bersih untuk dropping air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Taryo.
BPBD Cilacap juga telah memetakan sejumlah desa yang selama ini menjadi wilayah langganan terdampak kekeringan.
Taryo memperkirakan jumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Kurang lebih hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, sekitar seratusan desa yang berpotensi terdampak kekeringan,” katanya.
Berdasarkan peta rawan bencana kekeringan yang mengacu pada musim kemarau 2023, Kabupaten Cilacap memiliki 105 desa/kelurahan rawan kekeringan yang tersebar di 20 kecamatan.
Taryo menekankan, distribusi bantuan air bersih menggunakan armada tangki merupakan langkah penanganan jangka pendek yang biasanya dilakukan pemerintah saat terjadi kekeringan.
Namun, upaya jangka panjang juga terus didorong untuk mengurangi dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Cilacap.
Upaya jangka panjang tersebut meliputi pembangunan kolam penampungan air, kolam resapan, serta menjaga kawasan sumber air melalui kegiatan penghijauan.
“Kami juga mendorong masyarakat di daerah sumber air yang lahannya mulai gundul untuk melakukan penghijauan agar saat musim hujan dapat menjadi daerah resapan air dan diharapkan memunculkan mata air yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau,” jelas Taryo.
Selain itu, BPBD Cilacap mendorong pemeliharaan embung yang telah ada serta pengembangan sumber air melalui pembuatan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.