Tanah Gerak di Brebes Rusak 143 Rumah, Pemprov Jateng Siapkan Hunian Tetap
- dok. Pemprov Jateng
VIVA Banyumas – Bencana tanah gerak di Desa Sridadi Brebes membuat warga mengungsi, sementara BPBD Jateng menyiapkan hunian tetap bagi korban di Brebes.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani dampak bencana tanah gerak di Dukuh Makam dan Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
Bencana ini menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan, dari ringan hingga berat.
Sebagai langkah awal, pemerintah menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
Saat ini, para korban masih tinggal sementara di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan, Desa Sridadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, menyampaikan bahwa jumlah rumah rusak cukup besar.
“Korban tanah gerak jumlahnya kurang lebih sekitar 143 rumah (rusak berat). 143 rumah itu terjadi kerusakan karena tanah gerak dari ringan sampai berat tentunya, sampai ada yang roboh juga. Terdampak 175 KK,” kata Bergas saat peninjauan di lokasi, Rabu (18/2/2026).
Data sementara juga mencatat sedikitnya 147 bangunan terdampak, termasuk masjid dan TPQ.
Total warga yang mengungsi mencapai 532 jiwa. Selain rumah, sawah warga ikut rusak akibat pergeseran tanah yang terus terjadi.
Proses Pencarian Lokasi Huntap di Brebes
Warga berharap segera dibangunkan hunian tetap agar tidak berlama-lama tinggal di pengungsian.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah tengah mencari lokasi yang aman dan layak secara geologi.
“Harapan mereka huntap. Ini kan sedang proses dicarikan lokasinya ya. Memang informasi yang kami terima lokasi sementara sebagai alternatif itu di Perhutani, atau lahan Perhutani,” ujarnya.
Lokasi alternatif berada tidak jauh dari permukiman warga. Namun, sebelum diputuskan, lahan tersebut harus melalui kajian geologi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Semoga saja tidak banyak permasalahan. Karena kan tadi tidak mudah ya, kita bicara relokasi, merelokasi warga itu kan tidak mudah. Apalagi lokasinya itu memang sulit sekali ditemukan tanah-tanah yang baik secara geologi,” terangnya.
Warga Brebes Hidup dalam Ketakutan
Sejumlah warga mengaku trauma akibat tanah yang terus bergerak setiap hari. Juliandi, salah satu pengungsi, menyebut banyak rumah roboh karena retakan yang makin melebar.