Timnas Futsal Indonesia Curi Perhatian Asia, Media Iran Akui Kualitas Garuda di Final AFC 2026

Timnas Futsal Indonesia saat hadapi Iran di final Piala Asia
Sumber :
  • Instagram @timnasfutsal

VIVA Banyumas – Performa Timnas Futsal Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026 pada final futsal Asia mendapat sorotan media Iran, mempertegas ketatnya persaingan futsal Asia serta menjadi bukti pengakuan media Iran terhadap Timnas Futsal Indonesia.

img_title Timnas Futsal Indonesia Tampil Gemilang, Israr Megantara Siap Berkarier di Spanyol

Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di ajang AFC Futsal Asian Cup 2026 tak hanya menjadi sumber kebanggaan nasional, tetapi juga mencuri perhatian media internasional, termasuk dari Iran sebagai negara juara bertahan.

Meski harus mengakhiri turnamen dengan status runner-up, performa skuad Garuda justru menuai apresiasi luas.

img_title Timnas Futsal Indonesia Diprediksi Tembus 15 Besar Ranking FIFA Usai Final Piala Asia 2026

Penampilan konsisten dan mental bertanding yang kuat membuat Indonesia dipandang sebagai kekuatan baru futsal Asia.

Iran sendiri mengunci gelar juara ke-14 mereka setelah menang dramatis lewat adu penalti 5-4 atas Indonesia pada partai final yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Laga puncak tersebut berlangsung ketat sejak awal hingga akhir.

img_title Sukses Jadi Runner Up, Timnas Futsal Indonesia Tetap Kena Sanksi AFC Rp235 Juta

Kedua tim saling berbalas gol dan bermain imbang 5-5 hingga waktu normal serta perpanjangan waktu usai.

Situasi ini mencerminkan betapa sengit dan seimbangnya duel antara juara tradisional Asia dan penantang baru.

Media Iran, Press TV, secara khusus menyoroti perjuangan berat yang harus dilalui tim mereka saat menghadapi tekanan Timnas Futsal Indonesia, yang tampil penuh percaya diri usai menyingkirkan Jepang di semifinal.

"Indonesia yang didukung oleh kemenangan mengejutkan di semifinal atas Jepang yang tangguh dan didorong oleh dukungan luar biasa dari penonton tuan rumah, tiba dengan penuh keyakinan dan momentum,” tulis media Iran Press TV dalam salah satu laporannya, dikutip Selasa (10/2/2026).

Sorotan tersebut menegaskan bahwa Indonesia hadir di final bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai lawan yang benar-benar diperhitungkan.

Dukungan masif publik tuan rumah turut mengangkat mental bertanding skuad asuhan Hector Souto ke level tertinggi.

Iran sempat membuka keunggulan lebih dulu, namun Indonesia mampu merespons dengan permainan agresif dan efektif.

Bahkan, Garuda menutup babak pertama dengan keunggulan 3-2, sebuah pencapaian yang menunjukkan peningkatan signifikan kualitas permainan.

Momen tersebut menjadi penanda perubahan besar, mengingat dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya Indonesia kerap menelan kekalahan dengan selisih skor yang cukup jauh dari Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title