BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Wajib, Sekolah Berhak Menolak Tanpa Tekanan

petugas menyiapkan makan bergizi gratis (MBG)
Sumber :
  • Antara

VIVA Banyumas – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bersifat wajib dan tidak akan dipaksakan kepada sekolah yang memilih untuk tidak berpartisipasi.

img_title Viral! Orang Tua Kritik Program MBG, Anaknya Dikabarkan Dikeluarkan, BGN Tegas: Tidak Benar!

Pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan program pemenuhan gizi ini mengedepankan prinsip sukarela, tanpa tekanan maupun intimidasi terhadap sekolah ataupun peserta didik.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mendapatkan arahan tegas agar tidak memaksakan implementasi MBG di satuan pendidikan mana pun.

img_title Program MBG Disemprot DPR! Dapur Libur Digaji Rp6 Juta Sehari, Rakyat Susah Malah ‘Dihadiahi’

“Para kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena misalnya para siswanya berasal dari keluarga mampu, ya tidak apa-apa,” kata Nanik dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip dari tvOneNews, Senin (26/1/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Nanik menanggapi laporan dari salah satu kepala SPPG di Kabupaten Banyuwangi yang mengalami kendala dalam memperluas jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

img_title Susu MBG Diduga Basi! 22 Siswa SD Rembang Muntah-Pusing, Program Gratisan Kini Dipertanyakan Kualitasnya

Kendala muncul karena sejumlah sekolah elit dengan jumlah siswa yang besar memilih menolak program tersebut.

Menurut Nanik, pemerintah secara prinsip memang memiliki target besar agar seluruh anak Indonesia memperoleh akses gizi yang layak.

Namun demikian, ia menekankan bahwa penerapan Program Makan Bergizi Gratis tetap harus menghormati kondisi dan keputusan masing-masing sekolah, tanpa unsur paksaan.

“Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila sekolah-sekolah yang secara ekonomi sudah mapan mampu memenuhi kebutuhan gizi siswanya secara mandiri, maka keputusan untuk tidak mengikuti Program Makan Bergizi Gratis tidak menjadi persoalan.

Pemerintah justru ingin memastikan bantuan gizi negara benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kelompok yang membutuhkan.

“Pokoknya, untuk para kepala SPPG, kami dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” tegas Nanik.

Sebagai langkah strategis, BGN mendorong para kepala SPPG agar memperluas sasaran Program Makan Bergizi Gratis dengan memprioritaskan kelompok rentan.

Halaman Selanjutnya
img_title