Pemkab Cilacap Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi 2026 Aman, Panen Raya Diproyeksi Februari–Maret
- dok. Pemkab Cilacap
Cilacap, VIVA Banyumas – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk tahun 2026 berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani.
Kepastian tersebut disampaikan meskipun dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi keterlambatan distribusi pupuk di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, menjelaskan bahwa alokasi pupuk bersubsidi yang diterima pada 2026 telah disesuaikan dengan kebutuhan riil petani serta mengacu pada pola distribusi tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau dari sisi kuota, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 ini cukup, bahkan sangat cukup. Prinsipnya mencukupi kebutuhan petani di Cilacap," katanya, dilansir dari ANTARA, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Pertanian, alokasi pupuk bersubsidi di Cilacap pada 2026 meliputi pupuk urea sebanyak 35.750 ton, pupuk NPK 24.000 ton, pupuk ZA 2.650 ton, serta pupuk organik sebesar 600 ton. Jumlah tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan sektor pertanian, khususnya tanaman padi.
Sigit mengakui adanya kendala distribusi yang terjadi pada akhir pekan lalu akibat keterlambatan pengiriman dari Pupuk Indonesia. Kondisi ini sempat berdampak di beberapa wilayah yang sedang memasuki fase pemupukan.
"Beberapa lokasi seperti Gandrungmangu dan Adipala sempat terkendala karena dropping (pendistribusian) pupuk dari Pupuk Indonesia telat. Namun secara kuota tidak ada masalah, jumlahnya mencukupi," katanya.
Ia menegaskan, selama distribusi pupuk berjalan sesuai jadwal, kebutuhan pupuk petani di Cilacap hingga masa panen dipastikan tidak akan mengalami hambatan yang berarti.
Menurutnya, persoalan utama bukan pada jumlah alokasi, melainkan ketepatan waktu penyaluran.
Terkait kemungkinan adanya penambahan kuota pupuk bersubsidi, Sigit menyebut hal tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah provinsi.
Namun demikian, tanpa tambahan pun, alokasi yang tersedia saat ini sudah dinilai memadai.
"Kalau nanti ada tambahan dari provinsi tentu Alhamdulillah. Tetapi tanpa tambahan pun sebenarnya angka ini sudah cukup, asalkan distribusi tidak terlambat," katanya.
Saat ini, sebagian besar lahan persawahan di Cilacap masih berada dalam masa pemupukan. Hal ini disebabkan waktu tanam padi yang tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.
Beberapa daerah bahkan sudah mendekati masa panen, sementara wilayah lainnya masih berada pada tahap awal pertumbuhan tanaman.