Presiden Prabowo Terharu Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Buka Harapan Baru Pendidikan Anak Kurang Mampu
- YouTube/Setpres
VIVA Banyumas – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sisi humanis dan kepeduliannya terhadap masa depan pendidikan nasional saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Momen tersebut berlangsung di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah.
Dalam suasana peresmian yang sarat makna, Presiden Prabowo mengaku sangat tersentuh hingga nyaris tak mampu menahan haru.
Emosi itu muncul ketika ia menyaksikan secara langsung dampak nyata program pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saya sangat terkesima, saya sangat terharu. Mudah-mudahan kamera enggak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga. Sama dengan Mensos,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta, Senin (12/1/2026).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan wujud komitmen negara dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat yang selama ini berada dalam keterbatasan.
Program ini dirancang dengan sistem berasrama dan fasilitas pendidikan yang diklaim setara dengan sekolah unggulan.
Rasa bangga dan bahagia Presiden Prabowo semakin terasa saat ia mengingat keberanian pemerintah mengambil keputusan besar demi masa depan anak-anak Indonesia.
“Kita terharu. Kita keluar air mata karena apa? Karena bangga, karena bahagia melihat anak-anak kita. Dan kita tergerak, teringat, kenapa kita teringat? Bayangkan, bayangkan kalau waktu itu, kita, saya, dan menteri-menteri, tidak ambil sikap yang berani,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berani melakukan terobosan yang tidak biasa demi menghadirkan pendidikan terbaik bagi mereka yang kurang beruntung.
“Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim kita bikin sekolah yang terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan. Mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal,” imbuh Prabowo.
Peresmian Sekolah Rakyat ini dihadiri sekitar 2.000 peserta, termasuk 800 siswa dari berbagai wilayah, orang tua, serta tenaga pendidik.
Program rintisan Sekolah Rakyat telah berjalan sejak Juli hingga September 2025 di 166 titik, meliputi Sumatera (35 lokasi), Jawa (70), Bali dan Nusa Tenggara (7), Kalimantan (13), Sulawesi (28), Maluku (7), serta Papua (6).
Sepanjang Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026, tercatat 15.945 siswa telah mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat.