Diskusi Publik di Cilacap Soroti Potensi Ekonomi Wilayah Selatan Jawa jadi Provinsi Jasela
- cilacapkab.go.id
VIVA Banyumas, Cilacap – Prospek Provinsi Jasela Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat menjadi fokus utama Diskusi Publik yang digelar di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Kabupaten Cilacap, Sabtu (10/1/2026).
Diskusi yang diselenggarakan oleh DPD RI bekerja sama dengan KAHMI Cilacap itu menghadirkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai pembicara kunci.
Dalam paparannya, Syamsul menekankan potensi besar kawasan selatan Jawa Tengah sebagai basis pertumbuhan ekonomi baru.
Ia menyebutkan, lokasi geografis Cilacap yang strategis — khususnya keberadaan pelabuhan dan infrastruktur pendukung — memberikan peluang untuk menguatkan peran wilayah ini dalam perekonomian regional.
Bupati juga menyoroti wacana pembentukan Provinsi Jasela (Jawa Selatan) yang menjadi salah satu topik utama dalam diskusi tersebut.
Menurutnya, gagasan ini lahir dari kesamaan karakter wilayah dan potensi ekonomi yang dimiliki beberapa kabupaten di selatan Jawa Tengah, serta kebutuhan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi lintas daerah.
"Cilacap pada prinsipnya terbuka terhadap setiap gagasan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diskusi ini menjadi ruang penting untuk membedah secara komprehensif terkait peluang dan kesiapan daerah dalam menyikapi wacana Provinsi Jawa Selatan,” ungkapnya.
Acara ini tidak hanya membahas sisi ekonomi, tetapi juga menyinggung tantangan pembangunan yang masih dihadapi, seperti kebutuhan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Syamsul menilai bahwa strategi pengembangan kawasan harus mempertimbangkan semua aspek tersebut agar pertumbuhan dapat dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh.
Sementara Koordinator Presidium MD KAHMI Cilacap, Hamidan Majdi, menyebutkan bahwa diskusi ini adalah upaya KAHMI dalam memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan daerah.
Ia mengaitkan gagasan Jawa Selatan dengan implementasi ideologi bangsa.
“Kami ingin membuka wacana apakah (Jawa Selatan) ini akan menjadi perwujudan nilai Sila Ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia? Jasela ini juga perlu disosialisasikan lebih masif karena belum banyak yang mengenal konsep Jawa Selatan ini secara mendalam,” jelas Hamidan.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan Bupati Syamsul yang telah mengizinkan penggunaan Pendopo Kabupaten sebagai tempat brainstorming dan kolaborasi lintas sektor.
Diskusi ini juga melibatkan tiga panelis yang berasal dari latar belakang berbeda.