Terungkap Sosok Pramugari Gadungan Batik Air, Kronologi Penyamaran hingga Permintaan Maaf
- X/ndymanoballl
VIVA Banyumas – Media sosial kembali diramaikan oleh kabar mengejutkan terkait dugaan Pramugari Gadungan yang berhasil masuk dan ikut terbang dalam penerbangan komersial Batik Air.
Informasi tersebut menyebar luas setelah diunggah oleh sejumlah akun di platform media sosial, sehingga memicu perhatian dan perbincangan publik.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut aspek keselamatan penerbangan, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap akses awak kabin di bandara.
Peristiwa tersebut terjadi dalam penerbangan Batik Air dengan rute Palembang (PLM) menuju Jakarta (CGK).
Informasi awal mengenai kejadian ini pertama kali dibagikan oleh akun X@neveral0nely.
Dalam unggahannya, disebutkan bahwa seorang wanita mengenakan seragam lengkap pramugari Batik Air dan memasuki pesawat dengan menggunakan tiket penumpang reguler.
Keberadaan wanita tersebut mulai menarik perhatian saat ia berinteraksi dengan petugas bandara dan awak penerbangan.
Kecurigaan muncul lantaran jawaban yang disampaikan dinilai tidak mencerminkan pengetahuan dasar yang lazim dimiliki oleh awak kabin profesional.
Situasi ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, wanita tersebut langsung diamankan oleh petugas Aviation Security (Avsec) guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan bahwa ID card yang digunakan oleh wanita tersebut sudah tidak berlaku.
Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa yang bersangkutan bukanlah pramugari aktif Batik Air.
Wanita tersebut akhirnya mengakui perbuatannya kepada petugas. Ia diketahui berusia 23 tahun dan berasal dari Palembang.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan rasa penyesalan serta permohonan maaf atas tindakan yang telah dilakukannya.
Informasi lanjutan terkait identitas Pramugari Gadungan ini diungkap oleh akun X @bukanpinokio_.
Disebutkan bahwa wanita tersebut bernama Khairun Nisa, berusia 23 tahun, dan berasal dari Muara Kuang, Palembang.
Ia juga diketahui sempat memiliki akun TikTok dengan nama @callmesyaaa. Namun, akun tersebut kini telah dihapus seiring mencuatnya kasus ini di ruang publik.
Permintaan maaf Khairun Nisa kemudian beredar luas di media sosial dan dilansir dari akun X @b3doel___.
Dalam pernyataan video tersebut, ia mengakui perbuatannya secara terbuka.