Pemkab Purbalingga Gelar Pelatihan Dasar CPNS, Siapkan Aparatur Siap Layani Publik dan Pemersatu Bangsa
- Pemkab Purbalingga
Purbalingga, VIVA Banyumas – Sebanyak 39 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) untuk Golongan III dan II.
Dari total peserta, 33 orang merupakan CPNS Golongan III, sementara enam lainnya Golongan II. Kegiatan ini digelar melalui kerja sama antara Pemkab Purbalingga dan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, dibuka di Pendopo Dipokusumo pada Selasa (6/1/2026).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Purbalingga, Dwi Mulyatno, menekankan bahwa Latsar CPNS adalah tahap krusial untuk membangun karakter dan kompetensi dasar aparatur sipil negara.
Ia menjelaskan, tujuan utama pelatihan ini adalah menumbuhkan integritas, kejujuran, nasionalisme, serta karakter bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan teknis CPNS.
“Pelatihan dasar ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi menjadi proses pembentukan sikap, perilaku, dan kompetensi CPNS agar siap menjalankan peran sebagai ASN yang profesional,” jelas Dwi Mulyatno.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Purbalingga, Herni Sulasti, yang mewakili Bupati Purbalingga, menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas untuk naik status dari CPNS ke PNS.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk membentuk ASN yang siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Yang ingin kami wujudkan adalah ASN yang siap sebagai pelayan masyarakat, pelaksana kebijakan publik, sekaligus perekat dan pemersatu bangsa. Itu tiga peran utama ASN yang harus benar-benar dipahami dan diinternalisasi,” tegas Sekda Herni.
Sekda Herni juga menyampaikan pesan Bupati Purbalingga agar setiap ASN bekerja dengan orientasi manfaat bagi masyarakat.
Setiap kebijakan dan tindakan harus diukur sejauh mana memberikan dampak nyata, dan bila belum efektif, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan.
Ia mengingatkan para peserta Latsar untuk menjaga kondisi fisik dan mental karena pelatihan ini menuntut stamina, fokus, dan komitmen tinggi.
Materi yang diterima diharapkan bukan hanya dipahami secara teori, tetapi langsung diimplementasikan dalam tugas sehari-hari, sesuai nilai ASN BerAKHLAK.
“Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti selama masa pelatihan, tetapi harus terus diimplementasikan agar mampu memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah maupun masyarakat pengguna layanan,” tambah Herni.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Anon Priyantoro, menyebut Latsar sebagai fondasi bagi CPNS untuk memainkan peran strategis dalam pelayanan publik dan pelaksanaan kebijakan pembangunan.