Awal 2026, ASN Banjarnegara Diminta Hemat Anggaran dan Kurangi Pemborosan

PJ Sekda Banjarnegara pimpin Apel
Sumber :
  • banjarnegarakab.go.id

VIVA Banyumas – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Banjarnegara, Tursiman S. Sos, memberikan arahan pada apel perdana ASN di tahun kerja 2026 untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran.

img_title Suhu Dieng Minus 6 Derajat! Embun Upas Jadi Daya Tarik Wisata Banjarnegara, Kunjungan Melonjak Tajam

Dalam apel yang digelar Jumat (2/1/2026), Tursiman menyoroti struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarnegara yang masih tinggi ketergantungannya pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurutnya, penurunan transfer pusat mendorong ASN untuk lebih aktif menggali potensi pajak dan retribusi daerah.
img_title Banjarnegara Siaga Kekeringan 2026, Bupati Siapkan Sumur Bor hingga Embung untuk Solusi Jangka Panjang
 
“Kita tidak boleh pesimis. Kenyataan bahwa PAD kita masih di angka ratusan miliar harus menjadi titik tolak untuk menggali potensi pajak dan retribusi daerah secara lebih serius. Ketergantungan fiskal ini harus dikurangi secara bertahap,” tegasnya.

Arahan itu mencakup pengurangan pemborosan energi listrik, penggunaan alat tulis kantor (ATK), serta pemaksimalan aplikasi surat-menyurat digital untuk mengurangi penggunaan kertas.
img_title Banjarnegara Dukung KKS 2026, Kolaborasi 4 Daerah Dorong UMKM Go Digital dan Tembus Pasar Global
 
“Saya sering lewat sore atau malam, orangnya sudah tidak ada, tapi lampu masih terang benderang. Tolong ini diperhatikan,” ujarnya.
 
“Membuka YouTube atau TikTok itu gampang, tapi membuka aplikasi tugas pokok jangan sampai sulit. Mari kita manfaatkan teknologi untuk memangkas birokrasi, termasuk efisiensi perjalanan dinas yang tidak perlu melibatkan rombongan besar," imbuhnya.
 
Pj Sekda juga menyampaikan bahwa pola hidup sederhana harus diterapkan dalam setiap praktik kerja pemerintahan.
 
“Identifikasi sikap bijak. Jangan sampai ‘besar pasak daripada tiang’. Gunakan gaji dengan bijak, dan jangan jadikan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) sebagai satu-satunya sandaran untuk agunan utang karena nilainya fluktuatif,” pesannya.