Pemkab Banjarnegara Tekankan Efisiensi Anggaran di Tengah Penurunan Dana Transfer Pusat
- banjarnegarakab.go.id
VIVA Banyumas – Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menegaskan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran daerah menyusul penurunan dana transfer dari pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2026.
Pernyataan ini disampaikan di hadapan seluruh pimpinan OPD dalam rapat koordinasi awal Januari.
Menurut Amalia, ketergantungan daerah terhadap dana pusat masih tinggi, sehingga berkurangnya alokasi anggaran memaksa pemerintah daerah untuk memastikan bahwa program yang berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Dalam rapat itu, Amalia juga meminta rotasi lokasi pembangunan agar program tidak hanya berulang di tempat yang sama dan pemerataan manfaat pembangunan dapat dirasakan warga di seluruh wilayah Banjarnegara.
Target percepatan pelaksanaan belanja daerah juga ditekankan, termasuk lelang proyek strategis dilakukan sejak awal tahun untuk menghindari penumpukan kegiatan di penghujung tahun.
Sebelumnya, dalam menyikapi tren penurunan dana transfer secara nasional, Pj Sekda Banjarnegara Tursiman telah memberikan pengarahan kepada para ASN, dalam apel pagi, Jumat (2/1/2026).
Ia menegaskan bahwa Banjarnegara dituntut untuk tidak lagi sekadar “menunggu jatah” dari pusat meski disadari PAD nya masih di angka ratusan miliar.
“Kita tidak boleh pesimis. Kenyataan bahwa PAD kita masih di angka ratusan miliar harus menjadi titik tolak untuk menggali potensi pajak dan retribusi daerah secara lebih serius. Ketergantungan fiskal ini harus dikurangi secara bertahap,” tegasnya.
Lebih lenjut ia menginstruksikan langkah efisiensi nyata di lingkungan kantor. Salah satu yang disorot adalah pemborosan energi listrik dan penggunaan alat tulis kantor (ATK).
“Saya sering lewat sore atau malam, orangnya sudah tidak ada, tapi lampu masih terang benderang. Tolong ini diperhatikan,” ujarnya.
Ia juga mendorong maksimalisasi aplikasi Srikandi untuk surat-menyurat guna mengurangi penggunaan kertas.
Tursiman juga memberikan sentilan humor namun tajam mengenai penguasaan teknologi.
“Membuka YouTube atau TikTok itu gampang, tapi membuka aplikasi tugas pokok jangan sampai sulit. Mari kita manfaatkan teknologi untuk memangkas birokrasi, termasuk efisiensi perjalanan dinas yang tidak perlu melibatkan rombongan besar.
Pada Apel perdana ini, Topik yang paling menyedot perhatian adalah kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).