Viral Video Tak Senonoh Diduga Libatkan Oknum Pegawai RSUD Kudus, Ini Kata Pihak Manajemen Rumah Sakit
- pexel @spemone
Video diduga tak senonoh yang disebut melibatkan oknum pegawai RSUD Kudus viral di media sosial. Manajemen RSUD menyatakan akan mengusut kasus tersebut secara internal
Viva, Banyumas - Sebuah video tak senonoh yang diduga melibatkan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Video tersebut viral usai diunggah akun TikTok @ketutdewi_99 dan memicu keresahan masyarakat karena diduga direkam di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam rekaman yang beredar, tampak dua orang bermesraan di sebuah ruangan yang disebut-sebut berada di area rumah sakit.
Aksi keduanya terekam kamera pengawas (CCTV) dan dinarasikan sebagai perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh oknum pegawai RSUD Kudus. Unggahan tersebut menyebut salah satu terduga pelaku bertugas di bagian pemulasaraan jenazah.
Pada keterangan unggahan, pemilik akun menuliskan kecaman terhadap dugaan tindakan amoral di lingkungan pelayanan publik. Disebutkan bahwa perilaku tersebut dinilai melanggar etika, moral, norma, serta nilai kemanusiaan.
Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi dari warganet. Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, menyatakan pihak manajemen akan segera melakukan langkah klarifikasi.
Ia mengaku baru mengetahui adanya video yang meresahkan tersebut dan berencana membahasnya melalui rapat internal.
Meski demikian, Abdul Hakam menegaskan bahwa pihak rumah sakit masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah.
Hingga saat ini, manajemen RSUD belum dapat memastikan apakah individu dalam video tersebut benar merupakan pegawai rumah sakit.
Pihak RSUD menegaskan akan melakukan penelusuran internal secara menyeluruh, termasuk memastikan keaslian video, lokasi kejadian, serta identitas pihak-pihak yang terlibat.
Jika terbukti melibatkan pegawai RSUD dan terjadi pelanggaran disiplin atau etika, manajemen memastikan akan menindak sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan ulang video tersebut guna menghindari pelanggaran privasi dan hukum.
Publik diminta menunggu hasil klarifikasi resmi dari pihak RSUD dr Loekmono Hadi Kudus terkait kasus yang tengah menjadi perhatian luas ini.