Detik detik Nelayan Pati Meregang Nyawa di Atas Perahu Saat Hendak Menepi di Muara Bakalan Bikin Heboh
- Tiktok @agusksed
Seorang nelayan Desa Bakalan, Pati, meninggal mendadak di atas perahu saat hendak menepi. Hasil visum menyatakan korban wafat akibat henti jantung
Viva, Banyumas - Suasana tenang muara laut Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu (4/1/2026) siang. Seorang nelayan bernama Wakimun (57) ditemukan meninggal dunia di atas perahunya sesaat setelah menyalakan mesin untuk kembali ke daratan usai melaut.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama seorang rekannya baru saja selesai mencari bukur di laut. Kondisi air laut yang sedang surut memaksa keduanya turun dari perahu dan mendorongnya secara manual menuju muara agar bisa kembali menepi.
Setelah perahu berhasil masuk ke muara laut, korban dan saksi kembali naik ke atas perahu. Mesin perahu kemudian dinyalakan dengan tujuan menuju daratan. Namun, secara tiba-tiba, Wakimun jatuh ke depan dalam posisi tengkurap dan tidak sadarkan diri.
Rekannya yang berada di perahu sempat panik dan berupaya memberikan pertolongan seadanya. Melihat kondisi korban tidak kunjung membaik, saksi segera meminta bantuan kepada nelayan lain yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.
Perahu kemudian ditarik ke bibir sungai dan korban dipindahkan ke daratan. Tak lama berselang, pihak keluarga korban dan kepolisian dihubungi untuk penanganan lebih lanjut. Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah menerima laporan sekitar pukul 13.30 WIB, anggota Sat Polairud Polresta Pati segera mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan Polsek Dukuhseti serta Puskesmas Dukuhseti, dan meminta keterangan medis dari dokter,” ujar Kompol Hendrik yang dikutip dari tvonenews pada 4 Januari 2026.
Hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Dukuhseti, dr. Siswanto, menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ditemukan adanya luka, jejas, maupun lebam. Penyebab kematian korban dinyatakan akibat henti jantung,” jelasnya. Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.