Ini Temuan Polisi di TKP Kematian Sekeluarga di Warakas Jakut: Mulut Berbusa hingga Botol Minuman
- Tiktok @infoterkini993
Polisi mengungkap temuan penting di TKP kematian sekeluarga di Warakas, termasuk kondisi mulut berbusa dan botol minuman yang kini diperiksa guna memastikan penyebab kematian
Viva, Banyumas - Fakta-fakta awal terus terungkap dalam kasus kematian satu keluarga di kontrakan kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kepolisian mengungkap sejumlah temuan penting di tempat kejadian perkara (TKP), mulai dari kondisi jasad korban hingga barang bukti berupa botol minuman dan sisa makanan yang kini tengah diperiksa secara forensik.
Peristiwa ini mencuat setelah tiga anggota keluarga ditemukan meninggal dunia, masing-masing Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13).
Sementara satu anggota keluarga lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (22), selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, menjelaskan bahwa dari pemeriksaan awal secara kasat mata, ketiga korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Selain itu, terdapat luka melepuh di beberapa bagian tubuh korban yang terlihat jelas saat petugas melakukan olah TKP.
“Dari pemeriksaan awal, ketiga korban mengalami kondisi serupa, yakni mulut berbusa. Secara kasat mata juga terlihat adanya luka melepuh di sekitar tubuh,” ujar Seno kepada awak media pada 2 Januari 2026 di Jakarta.
Selain kondisi jasad, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang-barang tersebut meliputi botol minuman, bungkus makanan, sprei, pakaian korban, serta telepon genggam yang berada di sekitar TKP.
Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lanjutan. Menurut Seno, temuan botol minuman dan sisa makanan menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.
Meski demikian, pihak kepolisian belum menarik kesimpulan akhir terkait penyebab kematian ketiga korban. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan keracunan, namun hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Dugaan sementara memang mengarah ke keracunan, tetapi kami tidak ingin berspekulasi. Semua masih menunggu hasil dari Puslabfor dan pemeriksaan medis,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menambahkan bahwa penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua anggota keluarga korban yang berada di lokasi serta beberapa tetangga sekitar kontrakan.