Catat Tanggalnya! Kalender Lengkap Fenomena Astronomi 2026 yang Bisa Diamati dari Indonesia

Ilustrasi Hujan meteor menghiasi langit malam Indonesia
Sumber :
  • Pexel @samer daboul

Sepanjang 2026, langit Indonesia akan dihiasi supermoon, hujan meteor Perseid dan Geminid, gerhana bulan, hingga oposisi Neptunus. Catat jadwal lengkapnya

img_title Xavi Blak-blakan Usai Messi Hattrick di Piala Dunia 2026: Dia Tak Pernah Mau Kalah

Viva, Banyumas - Tahun 2026 dipastikan menjadi periode istimewa bagi pecinta astronomi dan masyarakat umum di Indonesia.

Beragam fenomena astronomi 2026 akan menghiasi langit Nusantara, mulai dari supermoon, hujan meteor populer, konjungsi planet, hingga gerhana bulan yang dapat diamati dari berbagai wilayah Tanah Air tanpa peralatan khusus. Fenomena astronomi merupakan peristiwa alam yang dapat diprediksi secara ilmiah.

img_title Piala Dunia 2026 Baru Mau Dimulai, Kanada Sudah Panik: Davies Cedera, Siapa Pengganti?

Karena itu, kalender astronomi 2026 menjadi panduan penting bagi pengamat langit untuk merencanakan waktu terbaik menyaksikan keindahan semesta. Dilansir dari Viva, Fenomena pembuka tahun adalah Super Wolf Moon pada 3 Januari 2026.

Bulan purnama ini berstatus supermoon karena berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Akibatnya, bulan akan tampak lebih besar dan terang dibanding purnama biasa. Di Indonesia, puncaknya terjadi pada sore menjelang malam, sangat ideal untuk pengamatan visual maupun fotografi.

img_title Mudik Gratis Jawa Tengah 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Bus dari Jakarta dan Bandung Siap Berangkat 16 Maret

Masih di awal Januari, Hujan Meteor Quadrantid akan mencapai puncak pada 3–4 Januari 2026. Quadrantid dikenal memiliki intensitas tinggi, dengan puluhan meteor per jam.

Namun, cahaya supermoon diperkirakan sedikit mengurangi visibilitas meteor redup, sehingga disarankan mencari lokasi minim polusi cahaya. Memasuki Februari, publik dapat menikmati konjungsi Mars dan Bulan pada 17–18 Februari 2026.

Mars akan tampak sebagai titik merah terang yang berdekatan dengan Bulan Sabit. Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia.

Pada puncak musim kemarau, Hujan Meteor Perseid pada 12 Agustus 2026 menjadi salah satu yang paling dinanti.

Perseid terkenal dengan meteor cepat dan terang serta jejak cahaya panjang. Kondisi cuaca cerah di sebagian besar Indonesia meningkatkan peluang pengamatan optimal. Selanjutnya, Gerhana Bulan Penumbra pada 28 Agustus 2026 dapat diamati dari Aceh hingga Papua.

Meski tidak menghasilkan warna merah seperti gerhana total, bulan akan tampak lebih redup dan suram dari biasanya.

Bagi pemilik teleskop, Oposisi Neptunus pada 21 September 2026 menjadi momen terbaik mengamati planet biru tersebut, karena berada pada jarak terdekat dengan Bumi.

Halaman Selanjutnya
img_title