Jawa Tengah Optimistis Pelunasan Bipih Haji 2026 Rampung, 79 Persen Jamaah Sudah Bayar

Pelunasan Bipih Haji 2026 di Jawa Tengah Capai 79 Persen
Sumber :
  • Ilustrasi - Unplash

VIVA Banyumas – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Kantor Wilayah Jawa Tengah mencatat capaian signifikan dalam proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 tahap pertama.

img_title Xavi Blak-blakan Usai Messi Hattrick di Piala Dunia 2026: Dia Tak Pernah Mau Kalah

Hingga batas waktu yang ditentukan, tingkat pelunasan dari calon jamaah haji asal Jateng telah menembus angka 79,02 persen.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah, Fitriyanto, menyampaikan di Semarang pada Kamis bahwa persentase tersebut setara dengan sekitar 26.000 calon jamaah haji yang telah menyelesaikan kewajiban pembayaran Bipih tahap awal.

img_title Pramuka Banyumas 35 Kali Juara Jateng, Bupati Sadewo: Ini Bukan Prestasi Kaleng-Kaleng!

Meski demikian, masih terdapat kurang lebih 7.100 calon jamaah yang belum melakukan pelunasan.

Kelompok ini dijadwalkan mendapat kesempatan pada tahap kedua, yang akan berlangsung pada 2 hingga 9 Januari 2026.

img_title Piala Dunia 2026 Baru Mau Dimulai, Kanada Sudah Panik: Davies Cedera, Siapa Pengganti?

Pelunasan tahap lanjutan ini diperuntukkan bagi jamaah dengan kondisi tertentu, di antaranya pengajuan penggabungan suami istri, pendamping jamaah lanjut usia, penggabungan anak dan orang tua, serta calon jamaah yang belum dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah.

"Sisanya, nanti calon jamaah yang cadangan yang bisa berangkat haji di tahun 2026," katanya, dikutip dari ANTARA, Jumat (2/1/2026).

Dengan durasi pelunasan tahap kedua yang hanya berlangsung selama enam hari kerja, pihak Kemenhaj Jawa Tengah menargetkan seluruh sisa calon jamaah dapat menyelesaikan pembayaran sesuai jadwal.

"Setelah itu nanti kami kumpulkan dokumennya, kemudian kami grouping, kami kloter, kemudian kami ajukan visa ke Kedutaan Arab Saudi," katanya.

Pada musim haji 2026, kuota jamaah haji reguler asal Jawa Tengah tercatat mencapai 34.122 orang, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 30.377 jamaah.

"Kemudian 1.706 dari prioritas lansia, serta 87 orang pembimbing ibadah, dan 191 untuk petugas haji daerah," katanya.

Fitriyanto juga menegaskan bahwa kebijakan perpanjangan waktu pelunasan Bipih hanya diberikan kepada wilayah tertentu yang terdampak bencana alam, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

"Jadi, yang kena dampak banjir itu yang diberi dispensasi atau relaksasi. Kalau Jateng, Alhamdulillah, enggak ada masalah karena semuanya aman sehingga tinggal sisa kurang lebih 20 persen. Insya Allah kami kejar di tahap kedua," katanya.

Dengan kondisi daerah yang relatif aman dan proses administrasi yang berjalan lancar, Kemenhaj Jawa Tengah optimistis seluruh tahapan pelunasan hingga persiapan keberangkatan haji 2026 dapat diselesaikan tepat waktu.