Stabilitas Harga Pangan di Banyumas Terjaga Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026

Ilustrasi pasar di Banyumas jelang Nataru
Sumber :
  • Ilustrasi

VIVA Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga di daerah tetap terjaga, menyusul penurunan beberapa komoditas strategis berdasarkan pemantauan langsung di pasar tradisional menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

img_title 06 Ribu Penumpang Padati Kereta Api Selama Libur Sekolah, Banyumas Jadi Salah Satu Titik Tersibuk di Daop 5 Purwokerto

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan hasil pantauan di Pasar Manis, Purwokerto, Selasa (23/12/2025), bahwa harga kebutuhan pokok di wilayahnya relatif stabil dan bahkan cenderung mengalami penurunan.

Salah satu contohnya adalah cabai merah keriting yang sebelumnya mencapai Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram.

img_title Festival dan Grebeg Suran Baturraden Diusulkan Masuk KEN 2027, DPR Sebut Banyumas Punya Potensi Wisata Kelas Nasional

"Bawang putih, cabai, kemudian beras stabil semuanya, bahkan cenderung turun. Insyaallah ketersediaan untuk satu bulan di Banyumas aman," tegas Bupati Sadewo, dilansir dari ANTARA.

Selain cabai, harga bawang merah saat ini berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam ras yang sebelumnya Rp34 ribu–Rp35 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram.

img_title Grebeg Suran Baturraden 2026 Jadi Magnet Wisata Banyumas, Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

Meski demikian, Bupati mengakui ada keterbatasan pasokan minyak goreng tertentu, khususnya minyak goreng dari pemerintah.

Namun, minyak goreng premium masih tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Yang agak kurang memang minyak goreng dari pemerintah karena di Bulog kosong, tetapi minyak premium masih tersedia," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menjelaskan bahwa pemantauan hingga pertengahan Desember menunjukkan hampir seluruh pasar memiliki stok pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rata-rata masyarakat selama satu bulan.

Menurut Gatot, fluktuasi harga masih terjadi pada cabai, tetapi tetap berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Contohnya, cabai rawit hijau berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, masih di bawah HET Rp57 ribu, sedangkan cabai merah keriting berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

"Komoditas lain justru cenderung turun, seperti bawang merah yang sebelumnya Rp45 ribu kini menjadi Rp40 ribu per kilogram, di bawah HET Rp41.500," ujar Gatot.

Sementara ayam ras mengalami kenaikan harga menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram, namun dinilai wajar dan tidak signifikan memicu inflasi.

Halaman Selanjutnya
img_title