Ini Produk Unggulan Banyumas yang Jadi Magnet Investor Tiongkok
- dok. LPPSLH
VIVA Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas menerima kunjungan resmi Delegasi Kamar Dagang Shanxi (Sanxi), Tiongkok, di Ruang Joko Kaiman pada Kamis (18/12/25).
Kunjungan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membuka pintu kolaborasi internasional, khususnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal Banyumas.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang penjajakan kerja sama lintas sektor, mulai dari perdagangan, investasi, teknologi, hingga penguatan ekosistem ekonomi daerah.
Kehadiran delegasi Shanxi menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap daya saing Banyumas di tingkat global.
Sebelum agenda resmi berlangsung, rombongan Kamar Dagang Shanxi terlebih dahulu meninjau pameran produk unggulan yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan Kabupaten Banyumas di halaman Joko Kaiman.
Dalam pameran ini, Banyumas menampilkan beragam komoditas andalan seperti gula semut, durian montong, kelapa kopyor, kopi robusta, batik, hingga produk ecoprint.
Ragam produk tersebut dinilai memiliki nilai tambah tinggi dan peluang besar untuk dikembangkan melalui kemitraan internasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar Tiongkok yang terus berkembang.
Acara kemudian berlanjut dengan penerimaan resmi yang diawali sambutan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Ia menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Banyumas sebagai tujuan kunjungan Delegasi Kamar Dagang Shanxi.
“Dipilihnya Banyumas sebagai lokasi kunjungan resmi Kamar Dagang Shanxi merupakan langkah awal yang sangat baik untuk membangun komunikasi, saling memahami potensi masing-masing, serta menjajaki peluang kerja sama yang berorientasi pada masa depan,” ujar Bupati, dikutip Selasa (23/12/2025).
Menurut Bupati, pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, baik dalam pengembangan perdagangan, investasi, teknologi, maupun penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Lebih lanjut, Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa Banyumas memiliki keunggulan kompetitif sebagai daerah tujuan investasi.
Faktor sumber daya manusia yang adaptif, biaya tenaga kerja yang kompetitif, serta kesiapan infrastruktur menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing.
“Masyarakat Banyumas dikenal sebagai masyarakat yang humble, dengan Upah Minimum Regional (UMR) Banyumas yang masih berada di kisaran Rp2,3 juta per bulan, lebih kompetitif dibandingkan beberapa daerah lain. Selain itu, apabila Jalan Tol Pejagan–Banyumas–Cilacap telah terwujud, Banyumas akan menjadi wilayah yang sangat menarik bagi investor karena kami telah menyiapkan beberapa titik kawasan industri,” jelasnya.