Lapas Perempuan Bulu Semarang Angkat Batik Karya Warga Binaan Lewat Peragaan Busana Peringatan Hari Ibu

Peragaan busana batik di Lapas Perempuan Bulu Semarang
Sumber :
  • ANTARA/Zuhdiar Laeis

VIVA Banyumas – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Bulu Semarang menghadirkan peragaan busana batik sebagai wujud nyata pembinaan kreatif bagi warga binaan perempuan.

img_title Lapas Cilacap Tegaskan Komitmen Bersih Narkoba Lewat Pemeriksaan Urine Rutin

Kegiatan ini menampilkan batik bertajuk Malini Padma, hasil karya warga binaan yang dipresentasikan langsung melalui peragaan busana di lingkungan lapas.

Dengan penuh percaya diri, para model yang terdiri dari warga binaan dan sejumlah peserta lainnya melangkah di atas catwalk yang disiapkan di halaman Lapas Bulu Semarang, Senin sore.

img_title Aksi Nekat! 2 Perempuan Gagal Selundupkan 5 Paket Sabu ke Lapas Sragen, 1 Otak Pelaku Ditangkap

Acara ini menjadi sorotan karena menggabungkan seni, pemberdayaan, dan pesan sosial dalam satu panggung.

Peragaan Busana Batik Nusantara yang mengusung tema “Benang Cinta Ibu: Dari Balik Tangan yang Menguatkan” tersebut digelar untuk memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025.

img_title Warga Purbalingga Gempar: Perempuan Ditemukan Meninggal dengan Luka Diduga Senjata Tajam

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas karya batik hasil pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan perempuan di Semarang.

Sejumlah desainer dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter turut berkontribusi dalam kegiatan ini, di antaranya Sudarna Suwarsa, Elkana Gunawan, Gregorius Vici, Inge Chu, Devi Ros, Pinky Hendarto, Tya Chandra, Olif Kinanthi, dan Novita DP.

Kolaborasi ini memperkuat kualitas desain sekaligus memperluas jejaring industri kreatif.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, menilai batik karya warga binaan memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan produk fesyen di luar lapas.

Ia menyoroti motif bunga teratai yang menjadi identitas khas batik Lapas Perempuan Bulu Semarang, dengan nilai filosofi mendalam serta estetika yang selaras dengan tren fesyen masa kini.

"Saya sangat mengapresiasi terobosan Lapas Perempuan Bulu Semarang. Produk UMKM batik dengan ciri khas ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu berkarya dan bersaing dengan produk di luar lapas," katanya.

Mashudi juga menjelaskan bahwa hasil lelang dari batik yang ditampilkan dalam peragaan busana tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa karya warga binaan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata.

Halaman Selanjutnya
img_title