Pencegahan Narkoba di Sekolah Meningkat, Banyumas Raih Peringkat Nasional 2025
- Pemkab Banyumas
VIVA Banyumas – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyumas terus mengintensifkan langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menjadikan lingkungan pendidikan sebagai fokus utama sepanjang tahun 2025.
Upaya ini dinilai strategis karena sekolah memiliki peran sentral dalam membangun ketahanan diri pelajar dan remaja agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba.
Kepala BNN Kabupaten Banyumas, Kombes Pol. Iwan Irmawan, S.I.K., M.Si., menyampaikan hal tersebut dalam Press Release Akhir Tahun 2025 yang digelar di Kantor BNN Kabupaten Banyumas, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, penguatan karakter sejak dini menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda Banyumas yang sehat dan berdaya saing.
Sepanjang 2025, BNN Banyumas telah melaksanakan penyuluhan langsung di berbagai jenjang pendidikan.
Tercatat, kegiatan penyuluhan dilakukan sebanyak 28 kali di tingkat SD/MI, 56 kali di SMP/MTs, serta 68 kali di SMA/SMK/MA.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang bahaya narkoba, penguatan karakter, hingga strategi menolak dan menghindari penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya menyasar peserta didik, BNN Kabupaten Banyumas juga melibatkan pendidik dan tenaga kependidikan untuk memperkuat peran sekolah dalam pencegahan narkoba.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong penanaman materi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) ke dalam proses pembelajaran, khususnya melalui mata pelajaran Bimbingan Konseling.
Ke depan, penerapan materi ini direncanakan diperluas ke mata pelajaran lain di seluruh SMP di Kabupaten Banyumas.
“Sepanjang tahun 2025, BNN Kabupaten Banyumas terus berkomitmen melaksanakan program P4GN secara berkelanjutan, mulai dari aspek pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitas hingga penegakan hukum yang terukur,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan pencegahan, BNN Banyumas juga memanfaatkan media luar ruang dan platform digital.
Konten edukasi P4GN disebarluaskan melalui media sosial, sementara informasi terkait bahaya narkoba dipasang di lingkungan sekolah.
Langkah ini bertujuan membangun kesadaran kolektif pelajar di Banyumas agar semakin waspada terhadap ancaman narkoba.
Berbagai upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada tahun 2025, Kabupaten Banyumas berhasil meraih peringkat kedua secara nasional dalam indeks ketahanan diri remaja terhadap narkoba.