Viral! Juru Parkir Jadi Korban Pengeroyokan Remaja di Jalan Proklamasi Brebes, Jawa Tengah
- Tim tvOne - Tri Handoko
VIVA Banyumas – Insiden pengeroyokan terhadap juru parkir oleh remaja di Jalan Proklamasi, Brebes, Jawa Tengah, viral di media sosial dengan isu juru parkir dikeroyok remaja di Brebes, Jawa Tengah pada Jumat (19/12/2025).
Peristiwa ini terjadi setelah terjadi adu argumen antara korban dan sekelompok remaja yang sedang berkumpul di kawasan tersebut, diduga terkait penarikan uang parkir.
Kejadian tersebut menyita perhatian publik setelah rekaman video pengeroyokan beredar luas di media sosial.
Dalam tayangan yang viral, terlihat sejumlah remaja terlibat cekcok dengan juru parkir sebelum akhirnya melakukan tindakan kekerasan secara bersama-sama.
Situasi sempat memanas hingga warga sekitar turun tangan untuk melerai dan menghentikan aksi tersebut.
Berdasarkan keterangan di lapangan, sekelompok remaja diketahui sedang nongkrong di sekitar kawasan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes.
Lokasi di Jalan Proklamasi memang kerap dijadikan tempat berkumpul anak muda, terutama pada sore hari menjelang waktu Magrib.
Ketegangan bermula ketika para remaja terkejut karena sepeda motor yang diparkir di tepi jalan tiba-tiba dikenakan tarif parkir, berbeda dari kebiasaan sebelumnya.
Juru parkir kemudian menunjukkan karcis resmi berlogo Pemerintah Kabupaten Brebes.
Pada karcis tersebut tertulis “Pemerintah Kabupaten Brebes – Bea Parkir Kendaraan Bermotor” dengan tarif parkir sepeda motor sebesar Rp1.000.
Karcis itu juga mencantumkan Perda Nomor 6 Tahun 2023, nomor seri P1KB, serta keterangan bahwa pengelola parkir tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes, Nur Ari Haris Yuswanto, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan penarikan parkir di lokasi itu baru diterapkan sekitar satu pekan terakhir.
"Namun, hingga saat ini penarikan parkir tersebut belum masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD), dikarenakan baru berjalan satu Minggu," kata Ari dikutip dari tvOneNews, Minggu (21/12/2025).
Menurut Ari, insiden pengeroyokan diduga kuat dipicu oleh kesalahpahaman.
Seharusnya, juru parkir hanya menarik biaya parkir untuk kendaraan yang berada tepat di depan warung makan di kawasan tersebut, bukan seluruh kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan.