Harga Cabai di Banjarnegara Mulai Turun, Pasokan Petani Kembali Lancar Usai Cuaca Ekstrem

Harga cabai petani Banjarnegara mulai stabil usai cuaca ekstrem
Sumber :
  • ANTARA

Banjarnegara, VIVA BanyumasHarga cabai Banjarnegara menunjukkan tren harga cabai turun karena panen cabai Banjarnegara mampu menjaga pasokan cabai Banjarnegara, sehingga petani cabai Banjarnegara optimistis karena harga cabai di Banjarnegara mulai turun di tingkat petani.

img_title Rekonstruksi Pembunuhan Kepala Dusun di Purbalingga Digelar, Tersangka SW Jalani 21 Adegan di Lokasi Buatan

Harga cabai di Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai menunjukkan tren penurunan di tingkat petani setelah sebelumnya sempat melonjak akibat dampak cuaca ekstrem.

Kondisi ini dinilai menjadi kabar positif bagi petani sekaligus masyarakat, terutama menjelang momen akhir tahun dan awal 2026.

img_title Belasan Pelajar di Purbalingga Kedapatan Nongkrong di Warung saat Jam Sekolah

Pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara, Teguh Suprapto, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem sempat menyebabkan banyak tanaman cabai mengalami kerusakan sehingga berdampak pada kenaikan harga.

Namun, ia menegaskan bahwa Banjarnegara masih mampu menjaga produktivitas dan distribusi.

img_title Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Sudah Salurkan Lebih dari 1 Juta Liter untuk Ribuan W

"Cuaca ekstrem menyebabkan banyak tanaman cabai yang rusak, sehingga harganya melonjak. Namun untuk Banjarnegara sendiri masih bisa dikatakan sukses karena setiap malam ada pengiriman satu sampai dua ton, dan sekarang harga mulai turun di tingkat petani," katanya di Banjarnegara, dikutip dari ANTARA, Rabu (17/12/2025).

Penurunan harga tersebut terlihat pada cabai rawit merah yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp75 ribu per kilogram di tingkat petani.

Saat ini, harganya turun menjadi sekitar Rp50 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram.

Hal serupa juga terjadi pada cabai merah keriting yang sebelumnya berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram, kini turun ke level sekitar Rp45 ribu per kilogram.

Menurut Teguh, salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan harga adalah kembali lancarnya pasokan cabai ke sejumlah daerah tujuan, termasuk Jakarta.

Distribusi sebelumnya sempat terganggu akibat bencana alam dan kondisi infrastruktur di beberapa wilayah sentra produksi.

"Seperti bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sempat berdampak terhadap distribusi cabai dari Aceh menuju Jakarta, namun sekarang mulai lancar," katanya menjelaskan.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem di berbagai daerah, petani cabai di Banjarnegara dinilai masih mampu menjaga kestabilan pasokan.

Hal ini tidak terlepas dari masuknya masa panen raya di sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Wanayasa, dengan luasan tanam yang cukup besar.

Halaman Selanjutnya
img_title