Ditolak Kerja Berkali-kali, Pemuda Gentansari Banjarnegara Ini Kini Sukses Budidaya Lele dengan Omset Ratusan Juta
Senin, 15 Desember 2025 - 12:36 WIB
Sumber :
- YouTube Kominfo Banjarnegara
VIVA Banyumas, Banjarnegara – Lima tahun lalu, Iqbal Santosa hanya dikenal sebagai lulusan perguruan tinggi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Baca Juga
Surat lamaran demi surat lamaran yang dikirimkannya selalu berujung penolakan.
Baca Juga
Namun, kondisi itu justru menjadi titik balik bagi pemuda asal Desa Gentansari yang kini sukses mengelola usaha budidaya ikan lele dengan omzet ratusan juta rupiah per panen.
Keputusan besar diambil saat Iqbal melihat kolam ikan milik orang tuanya yang sudah lama terbengkalai.
Keputusan besar diambil saat Iqbal melihat kolam ikan milik orang tuanya yang sudah lama terbengkalai.
Baca Juga
Alih-alih membiarkannya tak terpakai, ia melihat peluang usaha di balik kolam tersebut.
Tanpa latar belakang pendidikan perikanan, Iqbal memberanikan diri memulai budidaya lele secara mandiri.
Ia mengawali usahanya dengan satu kolam berisi sekitar 2.000 benih lele.
Ia mengawali usahanya dengan satu kolam berisi sekitar 2.000 benih lele.
Dari skala kecil inilah ia belajar banyak hal, mulai dari pola pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga mengenali tanda-tanda penyakit pada ikan.
Kesabaran dan konsistensi menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai kendala di awal usaha.
Usaha tersebut mulai menunjukkan hasil dalam waktu dua bulan.
Usaha tersebut mulai menunjukkan hasil dalam waktu dua bulan.
Panen pertama memberi keuntungan yang cukup untuk diputar kembali sebagai modal.
Seiring waktu, jumlah kolam bertambah dan sistem pengelolaan semakin matang.
Siklus panen 60 hari menjadi kunci perputaran modal yang cepat dan stabil.
“Pembesaran lele itu kita beli bibit dari peternak pembenihan lele. Lalu kita pelihara sampai nantinya panen. Pada saat usia 60 hari atau sekitar dua bulan, itu kita panen,” ungkap Iqbal dikutip dari YouTube Kominfo Banjarnegara.
Tak berhenti di situ, Iqbal kemudian mengembangkan sistem kemitraan dengan warga sekitar.
Tak berhenti di situ, Iqbal kemudian mengembangkan sistem kemitraan dengan warga sekitar.
“Dulu awalnya satu kolam yang aku isi 2.000 ikan lele. Saat ini ada 12 kolam ikan lele. Selain itu juga saya melibatkan warga yang mau budidaya ikan lele seperti ini. Sistemnya kemitraan dengan saya,” terangnya.
Ia memberikan pendampingan teknis dan akses pasar, sementara mitra menyediakan kolam dan perawatan harian.
Skema ini terbukti efektif, memperluas kapasitas produksi tanpa membutuhkan modal besar, sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Kini, Iqbal mengelola belasan kolam pribadi serta puluhan kolam mitra.
Kini, Iqbal mengelola belasan kolam pribadi serta puluhan kolam mitra.
Halaman Selanjutnya