Fakta Lengkap Polemik Ban Kapten Timnas Indonesia: Asnawi dan STY Ungkap Kronologi Sebenarnya
- Instagram/Shintaeyong7777
VIVA Banyumas – Polemik ban kapten Timnas Indonesia kembali mencuat setelah Asnawi Mangkualam menjelaskan keputusan yang diambil Shin Tae-yong bersama Jay Idzes dalam struktur kepemimpinan tim.
Bek Port FC, Asnawi Mangkualam Bahar akhirnya memberikan penjelasan terbuka terkait polemik ban kapten Timnas Indonesia saat menghadapi China pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Klarifikasi ini muncul setelah pernyataan Exco PSSI, Arya Sinulingga, kembali memicu perdebatan dan menimbulkan spekulasi baru di kalangan publik.
Dalam konten YouTube miliknya, Arya menyatakan bahwa seharusnya Jay Idzes yang memimpin tim sebagai kapten pada pertandingan Oktober 2024. Kekalahan 1–2 dari China kemudian membuat isu internal semakin ramai, termasuk anggapan bahwa ban kapten “dicopot” dari Jay dan dikembalikan kepada Asnawi.
Situasi inilah yang mendorong Asnawi memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tidak semakin jauh dari fakta yang terjadi.
Lewat unggahan Instagram, ia menegaskan bahwa keputusan terkait ban kapten sepenuhnya mengikuti arahan Shin Tae-yong dan staf pelatih.
Asnawi bahkan menyebut sudah lama ingin menyerahkan peran kapten kepada pemain lain, namun tim pelatih tetap menugaskannya sebagai pemimpin utama di lapangan.
Pernyataan tersebut selaras dengan penjelasan eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Ia secara tegas menjabarkan struktur kapten yang sudah ditetapkan sejak awal.
“Sebenarnya dari awal kapten Timnas Indonesia adalah Asnawi. wakilnya Jay Idzes, Jordi Amat dan Maarten Paes. Mereka bertiga wakil kapten,” ujar STY dalam tayangan YouTube Jekpot pada Agustus lalu.
“Jadi kapten Asnawi dan ketiga wakil kapten ini selalu datang waktu ada rapat, diskusi atau memberi usul.” tambahnya.
STY menjelaskan bahwa dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Asnawi tidak turun sebagai starter sehingga ban kapten diberikan kepada Jay Idzes.
“Tapi awalnya Asnawi nggak terpilih (awalnya bukan starter) baru terpilih (jadi pemain inti) di pertandingan itu (Indonesia vs China),” ujarnya.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga membeberkan proses penentuan kapten ketika menghadapi China.
“Sebenarnya waktu itu (Indonesia vs China) saya tanya Jay, apakah dia mau jadi kapten, tapi Jay menolak, katanya kapten tim itu Asnawi, jadi berhubung Asnawi itu turun bertanding (starting) dia yang harus jadi kapten. Makanya posisi kapten dikasih ke Asnawi,” jelasnya.