Temanggung Alami Kenaikan Harga Cabai Signifikan, Rawit Merah Capai Rp80.000 per Kg
- Ilustrasi - freepik
VIVA Banyumas – Di Temanggung, kenaikan harga cabai di Temanggung, Jawa Tengah terjadi signifikan, terutama cabai rawit merah, akibat cuaca ekstrem dan serangan hama cabai.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Pasar Daerah Temanggung menyebutkan bahwa cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga tersebut.
Kepala UPTD Pengelola Pasar Daerah Kabupaten Temanggung, Aditya Hendi Kurniawan, menyampaikan bahwa harga cabai rawit merah melonjak dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah besar meningkat dari Rp30.000 menjadi sekitar Rp70.000 per kilogram.
"Jadi ada kenaikan cukup signifikan untuk harga komoditas tersebut," ujarnya dikutip dari Antara Jateng, Jumat (12/12/2025).
Aditya menjelaskan bahwa cuaca ekstrem telah memengaruhi hasil panen petani, sehingga berdampak pada fluktuasi harga di tingkat pasar.
Meski demikian, pasokan cabai di Pasar Kliwon Temanggung disebut masih aman dan relatif tersedia.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan stok dan sebagainya, tetap aman," tambahnya.
Seorang pedagang lokal, Triwahyuni (41), menuturkan bahwa kenaikan harga cabai sudah berlangsung hampir tiga minggu terakhir.
Ia menekankan bahwa cabai rawit merah dan cabai besar merah mengalami peningkatan signifikan.
"Cabai merah naiknya signifikan, sebelumnya Rp30.000 per kilogram kini menjadi Rp70.000-80.000 per kilogram," jelasnya.
Triwahyuni menambahkan bahwa selain faktor cuaca ekstrem, kenaikan harga juga dipicu oleh meningkatnya permintaan karena banyak masyarakat yang menggelar hajatan.
Selain itu, beberapa tanaman cabai petani di Temanggung terserang hama atau penyakit patek yang menyebabkan buah cabai membusuk, sehingga pasokan ikut berkurang.
Dengan kondisi ini, masyarakat Temanggung diimbau untuk tetap tenang karena stok cabai di pasar masih tersedia, meskipun harganya sedang mengalami kenaikan signifikan akibat kombinasi cuaca ekstrem, serangan hama, dan lonjakan permintaan.