Inilah Kekuatan Pesawat Patroli Maritim Negara-Negara Asia Tenggara, Indonesia Unggul dengan 18 Unit
- dok. Dirgantara Indonesia
VIVA Banyumas – Wilayah perairan di Asia Tenggara yang sangat luas membuat kebutuhan akan pesawat patroli maritim semakin mendesak.
Setiap negara di kawasan ini dituntut memiliki armada yang andal untuk menjaga kedaulatan, mengawasi aktivitas laut, serta meningkatkan keamanan nasional.
Dalam operasionalnya, pesawat patroli maritim dibekali radar berteknologi tinggi, sensor elektro-optik, hingga sistem pengintaian modern yang memungkinkan pemantauan jarak jauh secara presisi.
Tidak hanya digunakan untuk misi militer, platform ini juga berperan besar dalam pengawasan aktivitas ilegal, pencarian dan penyelamatan, hingga mitigasi ancaman di wilayah laut yang sangat dinamis seperti Asia Tenggara.
Dengan karakter kawasan yang didominasi lautan, armada pesawat patroli maritim menjadi aset penting yang wajib dimiliki negara-negara Asia Tenggara.
Lalu, siapa saja yang memiliki jumlah armada paling banyak? Berikut pemeringkatan dari yang paling sedikit hingga terbanyak.
5. Malaysia – 7 Unit Pesawat Patroli
Malaysia mengoperasikan armada yang cukup kompetitif. Royal Malaysian Air Force mengandalkan tiga unit CN-235-220 buatan PT Dirgantara Indonesia yang telah dimodifikasi sebagai MPA.
Selain itu, dua unit Beechcraft Super King Air masih bertugas sejak dekade 1990-an.
Negeri jiran ini juga telah memesan dua Leonardo ATR-72 MPA yang dijadwalkan tiba pada akhir 2026.
4. Myanmar – 8 Unit Pesawat Patroli
Myanmar Air Force bertanggung jawab mengamankan garis pantai panjang dari Teluk Benggala hingga Laut Andaman.
Armada utamanya terdiri dari tiga ATR-42 MPA buatan Prancis. Mereka juga mengoperasikan lima BN-2 Islander asal Inggris, pesawat serbaguna yang mampu mendarat di landasan pendek, sehingga ideal untuk operasi di pulau-pulau terpencil.
3. Singapura – 9 Unit Pesawat Patroli
Singapura masih mengandalkan lima Fokker 50 MPA yang telah beroperasi sejak 1990-an.
Meski tergolong tua, pesawat ini tetap menjadi ujung tombak pengamanan Selat Malaka.
Pada September 2025, Singapura memesan empat Boeing P-8A Poseidon, salah satu pesawat patroli maritim tercanggih yang juga digunakan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
2. Filipina – 12 Unit Pesawat Patroli
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 7.000 pulau, Filipina memerlukan cakupan pengawasan yang luas.