Inilah Kekuatan Pesawat Patroli Maritim Negara-Negara Asia Tenggara, Indonesia Unggul dengan 18 Unit

pesawat patroli maritim
Sumber :
  • dok. Dirgantara Indonesia

VIVA Banyumas – Wilayah perairan di Asia Tenggara yang sangat luas membuat kebutuhan akan pesawat patroli maritim semakin mendesak.

img_title Pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2025 Masih Teka-Teki, Gerald Vanenburg Masih Punya Peluang?

Setiap negara di kawasan ini dituntut memiliki armada yang andal untuk menjaga kedaulatan, mengawasi aktivitas laut, serta meningkatkan keamanan nasional.

Dalam operasionalnya, pesawat patroli maritim dibekali radar berteknologi tinggi, sensor elektro-optik, hingga sistem pengintaian modern yang memungkinkan pemantauan jarak jauh secara presisi.

img_title Inovasi Pengelolaan Sampah Antar Banyumas Raih ASEAN ESC Award 2025 dan Jadi Contoh Regional Asia Tenggara

Tidak hanya digunakan untuk misi militer, platform ini juga berperan besar dalam pengawasan aktivitas ilegal, pencarian dan penyelamatan, hingga mitigasi ancaman di wilayah laut yang sangat dinamis seperti Asia Tenggara.

Dengan karakter kawasan yang didominasi lautan, armada pesawat patroli maritim menjadi aset penting yang wajib dimiliki negara-negara Asia Tenggara.

img_title Media Vietnam Cemas! Timnas Indonesia Dapat Suntikan Strategi Belanda Jelang Duel Panas Kualifikasi Piala Dunia 2026

Lalu, siapa saja yang memiliki jumlah armada paling banyak? Berikut pemeringkatan dari yang paling sedikit hingga terbanyak.

5. Malaysia – 7 Unit Pesawat Patroli

Malaysia mengoperasikan armada yang cukup kompetitif. Royal Malaysian Air Force mengandalkan tiga unit CN-235-220 buatan PT Dirgantara Indonesia yang telah dimodifikasi sebagai MPA.

Selain itu, dua unit Beechcraft Super King Air masih bertugas sejak dekade 1990-an.

Negeri jiran ini juga telah memesan dua Leonardo ATR-72 MPA yang dijadwalkan tiba pada akhir 2026.

4. Myanmar – 8 Unit Pesawat Patroli

Myanmar Air Force bertanggung jawab mengamankan garis pantai panjang dari Teluk Benggala hingga Laut Andaman.

Armada utamanya terdiri dari tiga ATR-42 MPA buatan Prancis. Mereka juga mengoperasikan lima BN-2 Islander asal Inggris, pesawat serbaguna yang mampu mendarat di landasan pendek, sehingga ideal untuk operasi di pulau-pulau terpencil.

3. Singapura – 9 Unit Pesawat Patroli

Singapura masih mengandalkan lima Fokker 50 MPA yang telah beroperasi sejak 1990-an.

Meski tergolong tua, pesawat ini tetap menjadi ujung tombak pengamanan Selat Malaka.

Pada September 2025, Singapura memesan empat Boeing P-8A Poseidon, salah satu pesawat patroli maritim tercanggih yang juga digunakan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

2. Filipina – 12 Unit Pesawat Patroli

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 7.000 pulau, Filipina memerlukan cakupan pengawasan yang luas.

Halaman Selanjutnya
img_title