Aksi Warga Banyumas Tuntut Tambang PT DBA Ditutup Permanen akibat Dampak Lingkungan Makin Parah

Aksi Warga Banyumas Tuntut Tambang PT DBA Ditutup Permanen
Sumber :
  • TT/info_purwokerto

VIVA Banyumas – Aksi warga Banyumas menuntut penutupan permanen tambang PT DBA Banyumas karena aktivitas tambang di Baseh dinilai memicu kerusakan lingkungan yang semakin parah.

img_title 06 Ribu Penumpang Padati Kereta Api Selama Libur Sekolah, Banyumas Jadi Salah Satu Titik Tersibuk di Daop 5 Purwokerto

Puluhan warga bersama aktivis lingkungan yang tergabung dalam Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional serta Musyawarah Masyarakat Baseh kembali menyoroti aktivitas tambang PT Dinar Batu Agung (DBA) di Bukit Jenar, Desa Baseh, Kabupaten Banyumas.

Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah tegas dengan menutup permanen kegiatan penambangan tersebut.

img_title Festival dan Grebeg Suran Baturraden Diusulkan Masuk KEN 2027, DPR Sebut Banyumas Punya Potensi Wisata Kelas Nasional

Aksi digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Banyumas, kawasan Menara Pandang Teratai, Purwokerto.

Massa menilai operasi tambang yang berlangsung selama empat tahun terakhir telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang semakin serius di wilayah Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng.

img_title Grebeg Suran Baturraden 2026 Jadi Magnet Wisata Banyumas, Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

“Kami meminta DPRD Kabupaten Banyumas segera memanggil seluruh pihak terkait untuk menindaklanjuti kerusakan yang dinilai semakin mengkhawatirkan,” kata Ketua Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional Andi Rustono.

Menurut keterangan Andi, aktivitas tambang PT DBA menyebabkan sedikitnya 19 kolam ikan milik warga rusak berat.

Selain itu, sekitar 24 hektare lahan pertanian tertimbun sedimen yang terbawa aliran air hujan, termasuk pasir dan kerikil dari area tambang.

Sedimentasi tebal tersebut dianggap mengubah struktur tanah dan menurunkan kualitas air kolam, sehingga berdampak langsung pada hasil pertanian dan usaha budidaya ikan warga.

“Keberadaan tambang ini telah mewariskan kerusakan alam. Sedimen tebal yang terbawa air hujan masuk ke kolam, merusak kualitas air, dan mengubur struktur tanah sawah,” katanya.

Andi menambahkan bahwa penutupan sementara yang diberlakukan belum cukup untuk menghentikan dampak negatif yang terus berkembang.

Ia juga menyoroti ancaman terhadap sumber mata air di Desa Baseh yang digunakan lebih dari 100 keluarga. Selain itu, material tambang disebut menimbulkan polusi, mengganggu keanekaragaman hayati, dan membahayakan pengguna jalan.

Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional bersama Musyawarah Masyarakat Baseh mendesak pemerintah daerah, baik Bupati Banyumas maupun DPRD, untuk bertindak tegas terhadap dugaan pelanggaran izin dan praktik penambangan yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Tiga tuntutan utama mereka adalah:

Halaman Selanjutnya
img_title