Kolaborasi Banyumas dan Swasta Digenjot untuk Capai Zero Sampah Sebelum 2029

MoU Banyumas–Semen Bima
Sumber :
  • Dok. Humas Pemkab Banyumas

VIVA Banyumas – Banyumas mempercepat target Zero Sampah melalui pengelolaan sampah berbasis RDF lewat kerja sama Banyumas dan Semen Bima yang memperkuat sistem ramah lingkungan daerah.

img_title 06 Ribu Penumpang Padati Kereta Api Selama Libur Sekolah, Banyumas Jadi Salah Satu Titik Tersibuk di Daop 5 Purwokerto

Melalui kerja sama strategis dengan sektor swasta, daerah ini memperkuat langkah menuju target besar: mencapai zero sampah sebelum tahun 2029.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Banyumas dan PT Sinar Tambang Arthalestari, produsen Semen Bima, terkait jual beli Refuse Derived Fuel (RDF). Penandatanganan dilaksanakan di Ruang Joko Kaiman pada Selasa (9/12/2025).

img_title Festival dan Grebeg Suran Baturraden Diusulkan Masuk KEN 2027, DPR Sebut Banyumas Punya Potensi Wisata Kelas Nasional

Kerja sama ini menjadi bagian penting dari upaya Banyumas mendorong pengelolaan sampah yang lebih efisien sekaligus memperluas penerapan ekonomi sirkular.

Direktur Umum PT Sinar Tambang Arthalestari, Cahyadi Wijaya, menilai kesepakatan ini sebagai pondasi penting bagi masa depan pengelolaan lingkungan di Banyumas.

img_title Grebeg Suran Baturraden 2026 Jadi Magnet Wisata Banyumas, Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

Menurutnya, penggunaan RDF sebagai bahan bakar alternatif menjadi solusi untuk menekan emisi karbon di sektor industri.

“Semoga kesepakatan ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” kata Cahyadi.

MoU tersebut berlaku selama lima tahun dan terbuka untuk diperpanjang. Dengan adanya kerja sama ini, Semen Bima akan memanfaatkan RDF dari Banyumas untuk kebutuhan energi proses produksi semen.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa persoalan sampah adalah isu global yang tidak bisa diabaikan.

Ia melihat bahwa Banyumas telah memiliki fondasi kuat menuju pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi.

“Sampah itu bisa jadi emas, dan ini bisa dibuktikan. Kita di Banyumas sudah menuju ke sana,” ucap Sadewo.

Dalam tahap awal, Semen Bima telah mulai mengambil RDF dari Banyumas meski masih dalam jumlah terbatas.

Namun saat operasional penuh, kebutuhan pabrik diperkirakan mencapai 300 ton per hari.

Sadewo meminta agar Banyumas diprioritaskan sebagai pemasok utama, dengan target minimal 70 ton RDF per hari untuk diserap industri.

Pemkab Banyumas terus memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

Saat ini sekitar 77 persen sampah di wilayah tersebut telah terkelola melalui berbagai metode, mulai dari pengomposan organik, budidaya maggot untuk pengurangan sampah makanan, hingga pemilahan plastik untuk dijual ke industri daur ulang.

Halaman Selanjutnya
img_title