Program MBG Meluas: Dari Lansia, Pemulung, Anak Jalanan hingga Kader PKK Jadi Penerima
- VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham
VIVA Banyumas – Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa perluasan program Makan Bergizi Gratis terus dilakukan Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan SPPG agar penerima manfaat MBG semakin luas.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan kabar terbaru mengenai perluasan penerima manfaat.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk memastikan seluruh masyarakat rentan memperoleh akses makanan sehat dan layak setiap hari.
Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan kabar baik terkait pelaksanaan program MBG.
Menurut Nanik, kelompok lanjut usia, pemulung, anak jalanan, hingga masyarakat miskin akan menjadi penerima manfaat sesuai amanat pemerintah.
Ia menegaskan bahwa perluasan ini telah memiliki payung hukum yang jelas. Program tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, yang memperluas sasaran MBG lebih dari sebelumnya.
“Ketika program MBG ini dirancang, Pak Prabowo ingin seluruh siswa bisa makan makanan bergizi agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Jangan sampai ada anak Indonesia yang tidak bisa makan. Beliau bahkan menginginkan agar semua orang miskin, disabilitas, para lansia, anak-anak putus sekolah, anak jalanan, anak-anak pemulung, semua menjadi penerima MBG," kata Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip tvOneNews, Sabtu (6/12/2025).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program MBG bukan hanya untuk peserta didik, tetapi kini merangkul lebih banyak kelompok rentan di seluruh Indonesia.
Perluasan manfaat MBG tidak berhenti di masyarakat rentan. Tenaga pendidik juga akan ikut masuk sebagai penerima.
Mulai dari guru sekolah negeri, tenaga honorer, guru swasta, ustaz atau pengajar pesantren, hingga santri di pesantren salaf yang tidak terafiliasi dengan Kementerian Agama.
"Kader PKK dan posyandu juga menjadi penerima manfaat MBG," tambah Nanik.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam jangkauan program, di mana kelompok yang selama ini berperan dalam pembangunan masyarakat turut diberikan perhatian dalam pemenuhan gizi harian.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat distribusi makanan bergizi.