Banyumas Catat Penurunan Kemiskinan 11,15 Persen, Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas Hidup Warga
- Pemkab Banyumas
VIVA Banyumas – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Banyumas terus menunjukkan hasil positif, di mana BPS mencatat penurunan kemiskinan yang signifikan berkat sinergi TKPKD dalam berbagai program pemberdayaan.
Melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, upaya pengentasan kemiskinan mulai menunjukkan hasil positif.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Banyumas pada Maret 2025 turun menjadi 11,15 persen, atau berkurang sekitar 12.000 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam agenda pembangunan daerah.
“Ini sebuah kemajuan yang patut kita syukuri, sekaligus menjadi motivasi bagi kita untuk bekerja lebih serius dan lebih terarah,” ucap Lintarti dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah di Aula Pangripta Kantor Bappedalitbang Banyumas, Jumat (5/12/2025).
Lintarti menekankan bahwa langkah pengentasan kemiskinan sejalan dengan misi pertama Kabupaten Banyumas, yaitu meningkatkan kualitas hidup dan daya saing sumber daya manusia.
Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan harus berpihak pada peningkatan kesejahteraan, terutama masyarakat yang masih berada dalam kondisi rentan.
Selain itu, sinergi antarpihak menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Menurut Lintarti, peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) sangat strategis dalam memastikan program pemerintah berjalan saling melengkapi dan bergerak pada arah yang sama.
“Melalui rakor ini, Saya mengajak kita semua untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi. Penurunan angka kemiskinan bukan hanya target statistik, tetapi menyangkut kehidupan masyarakat kita,” tuturnya.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banyumas sekaligus Sekretaris TKPKD, Dedy Noerhasan, menjelaskan bahwa penurunan kemiskinan tahun ini menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk angka kemiskinan penurunannya 0,8 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya hanya 0,53 persen. Rata-rata provinsi sekarang 0,8 persen, sehingga itu sudah capaian yang cukup,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci untuk memastikan setiap program penanggulangan kemiskinan saling mendukung.
Analisis kondisi kemiskinan yang komprehensif juga dibutuhkan untuk menentukan langkah strategis tahun mendatang.