Menkeu Purbaya Gencarkan Pengawasan Bea Cukai dengan Teknologi AI dan Kunjungan Mendadak demi Hapus Citra Negatif
- Instagram: @menkeuri
VIVA Banyumas – Menkeu Purbaya memperkuat pengawasan Bea Cukai dengan AI untuk menekan peredaran rokok ilegal melalui kebijakan pengawasan Bea Cukai dengan AI oleh Menkeu Purbaya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan langkah tegas untuk membersihkan citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dari label negatif sebagai “sarang pungli”.
Melalui kombinasi pengawasan langsung dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), Purbaya memastikan reformasi di Bea Cukai berjalan lebih cepat, terukur, dan berdampak langsung kepada publik.
Dalam upaya memperketat kontrol, Purbaya menegaskan bahwa dirinya akan lebih sering melakukan inspeksi ke berbagai pelabuhan.
Kunjungan ini dilakukan untuk memantau operasional kepabeanan secara langsung, termasuk memastikan tidak ada praktik menyimpang yang dapat merugikan negara.
“Saya akan sering-sering datang ke pelabuhan untuk memastikan mereka nggak main-main lagi,” ujar Purbaya, dikutip dari VIVA.co.id, Kamis (4/12/2025).
Pendekatan turun langsung ini dinilai penting untuk memutus kultur lama yang selama ini dikaitkan dengan manajemen kepabeanan di lapangan.
Purbaya ingin memastikan setiap pegawai bekerja sesuai standar integritas yang baru.
Tak hanya inspeksi fisik, Menkeu Purbaya juga memperkuat sistem pengawasan dengan penerapan teknologi AI untuk memantau aktivitas kepabeanan, terutama sektor peredaran rokok.
Teknologi ini dirancang untuk melakukan verifikasi keaslian cukai dan mendeteksi potensi rokok ilegal secara real time.
"Jadi, ada sistem baru untuk memonitor di lapangan cukainya palsu atau nggak. Jadi kan serius itu,” kata Purbaya.
Pemasangan mesin pencacah rokok juga direncanakan mulai awal 2026, dengan target operasional penuh pada Mei hingga Juni tahun mendatang.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dan penindakan rokok ilegal yang lebih sistematis.
Selaras dengan arahan Menteri Keuangan, Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama menegaskan bahwa pihaknya juga berkomitmen memperbaiki kualitas pelayanan dan menciptakan kultur kerja baru yang lebih profesional dan bersih.
"Mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan," tutur Djaka.
Djaka menekankan bahwa perbaikan tak cukup hanya pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM, peralatan, integritas, dan budaya kerja.