Menkeu Purbaya Sepakati Penambahan Pasokan LPG Bersubsidi Jelang Natal dan Tahun Baru 2025-2026
- Instagram @menkeuri
VIVA Banyumas – Menkeu Purbaya memastikan LPG bersubsidi tersedia cukup jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sehingga APBN 2025 tetap aman melalui penambahan pasokan LPG jelang Nataru.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyepakati usulan penambahan pasokan LPG bersubsidi.
Keputusan ini diambil setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis kemarin.
Menurut Menkeu Purbaya, penambahan pasokan LPG bersubsidi ini tidak akan membebani APBN 2025.
“Jadi, kira-kira ini subsidi untuk LPG itu kan dari sisi volume-nya mungkin akan melebihi (saat Nataru). Tapi karena harganya turun, kalau kita penuhi pun tidak melebihi anggaran tahun 2025,” ujarnya, dikutip dari VIVA.co.id, Sabtu (29/11/2025).
Purbaya menekankan, meskipun volume subsidi kemungkinan meningkat, total belanja subsidi tetap berada dalam batas anggaran yang wajar.
Usulan ini sendiri datang dari Kementerian ESDM untuk memenuhi kecukupan suplai LPG dan kesiapan stok BBM bagi masyarakat selama libur panjang.
Lebih lanjut, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa penambahan kuota ini berlaku untuk tahun berjalan.
Sedangkan untuk 2026, keputusan akan disesuaikan dengan perkembangan harga energi global.
“Nanti kita lihat lagi. Kan belum lewat. Mestinya sih cukup dengan anggaran yang ada,” jelasnya.
Terkait detail volume tambahan dan harga acuan LPG, Purbaya meminta agar pertanyaan teknis dikonfirmasi langsung kepada Menteri ESDM.
“Tanya Menteri ESDM,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi bersama Menkeu Purbaya, Kepala BUMN Doni Oskaria, dan Pertamina untuk memastikan ketersediaan suplai LPG serta stok BBM selama periode Nataru.
Hasil koordinasi ini menyepakati kenaikan volume LPG bersubsidi dari sekitar 8,2 juta metrik ton menjadi 8,4–8,5 juta metrik ton.