Menkeu Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai Jika Tak Ada Perbaikan dalam Setahun
- VIVA.co.id, Istimewa
VIVA Banyumas – Menkeu Purbaya menegaskan bahwa Bea Cukai harus segera melakukan Reformasi Bea Cukai melalui Penerapan AI, sebab Pembekuan DJBC menjadi opsi dalam Ancaman Menkeu Purbaya terhadap Bea Cukai.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah tegas terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai respon atas memburuknya kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.
Dalam pernyataannya di kompleks DPR RI, ia menekankan bahwa satu tahun ke depan akan menjadi periode evaluasi menyeluruh yang menentukan masa depan DJBC.
Purbaya mengungkapkan bahwa ia telah meminta mandat penuh kepada Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan tanpa intervensi.
"Saya sudah minta waktu ke Presiden satu tahun untuk enggak diganggu dulu. Beri waktu saya untuk memperbaiki bea cukai, karena ancamannya serius," ujarnya dikutip dari VIVA.co.id pada Jumat (28/11/2025).
Dalam penegasan lanjutannya, Purbaya menyampaikan ancaman paling ekstrem yakni pembekuan DJBC apabila tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Ia menyebut kemungkinan untuk kembali menggunakan jasa perusahaan survei asal Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS), seperti halnya kebijakan era Presiden Soeharto pada 1985–1995.
Pada masa itu, DJBC sempat dibekukan karena maraknya pungutan liar dan tindakan penyelundupan.
"Kalau bea cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih enggak puas, bea cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi. Jadi sekarang orang-orang bea cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi," kata Purbaya.
Langkah tersebut bukan hanya memberi tekanan kepada jajaran pimpinan, tetapi juga menyasar seluruh pegawai DJBC.
Purbaya menyebut ada potensi hingga 16.000 pegawai akan dirumahkan apabila target pembenahan gagal tercapai.
"Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai bea cukai akan dirumahkan. Orang bea cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan," tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi reformasi, Purbaya menyoroti pentingnya peningkatan sistem digital di lingkungan DJBC.
Ia menilai modernisasi sistem adalah salah satu cara paling efektif untuk meminimalkan praktik penyelewengan, khususnya yang terkait under-invoicing dan manipulasi dokumen.
"Kita sudah mulai terapkan AI-AI di stasiun-stasiun bea cukai, jadi nanti under invoicing akan cepat terdeteksi sambil kita perbaiki yang lain," jelasnya.