Begini Pengakuan Ibu Helwa Bachmid Soal Nikah Siri dengan Habib Bahar
- Instagram/helwabachmid_
VIVA Banyumas – Ibu Helwa menyebut penyesalan atas keputusan nikah siri Helwa Bachmid dengan Habib Bahar adalah bagian dari kisah nyata Helwa Bachmid ditelantarkan.
Salah satu pernyataan yang menarik perhatian adalah pengakuan ibunda Helwa yang mengungkap penyesalan mendalam karena pernah mengizinkan pernikahan siri putrinya dengan sang pendakwah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran langsung yang mereka lakukan bersama dan memicu banyak respons dari warganet.
Dalam siaran langsung yang ramai dibagikan ulang di media sosial, sang ibu tidak kuasa menahan tangis.
Ia menyampaikan bahwa keputusan mengizinkan Helwa menikah siri dengan Habib Bahar menjadi salah satu kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Ia bahkan membandingkan bahwa sebelumnya Helwa pernah dilamar oleh beberapa pria, termasuk kalangan artis, namun ia memilih menahan keputusan tersebut karena putrinya belum siap menikah.
Namun setelah Helwa bertemu Habib Bahar, ia akhirnya memberikan izin untuk menikah siri, keputusan yang kini ia sesali.
“Buat apa saya kasih nikah siri. Anak saya itu ada yang minta bahkan artis pun minta. Saya belum mau karena dia bilang mamah tunggu dulu saya belum mau menikah. Kalo saya tau nikah siri mau ngapain saya kasih nikah anak saya dengan orang seperti itu,” ujarnya yang dikutip dari Instagram @lambe_turah pada Rabu (19/11/2025).
“Saya jadi bodoh, nggak tau dari mana saya punya pikiran bodoh gitu, tidak ada uang pun saya mau, gila!” tambahnya.
Ungkapan emosional tersebut menunjukkan beban mental yang dialaminya setelah mengetahui apa yang terjadi pada Helwa selama pernikahan siri itu berlangsung.
Pernyataan sang ibu muncul di tengah pemberitaan mengenai kisah Helwa yang mengaku ditelantarkan oleh Habib Bahar selama satu tahun pernikahan siri.
Dalam pernyataannya, Helwa menyebut dirinya tidak mendapatkan hak-hak dasar sebagai seorang istri.
Ia menuturkan tidak dinafkahi secara layak, tidak mendapat bimbingan agama, serta tidak memperoleh pendampingan selama kehamilan dan pascapersalinan.
Helwa menggambarkan dirinya sebagai “istri yang disembunyikan” dan harus menghadapi masa-masa sulitnya seorang diri.
Sang ibu pun menegaskan bahwa apa yang terjadi pada putrinya bukanlah drama atau cerita yang dilebih-lebihkan.