Akui Banyak Catatan Merah, Wakapolri Sebut 62 Persen Polisi Bermasalah Ada di Wilayah, 30 Persen di Mabes Polri
- Tangkapan layar YouTube TV Parlemen
VIVA Banyumas – Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyatakan sebagian besar polisi bermasalah di tingkat wilayah dan Mabes Polri, sehingga perlu dilakukan evaluasi polisi bermasalah di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan publik.
Hal ini menjadi perhatian serius untuk meningkatkan profesionalisme aparat kepolisian di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Dedi menghadiri rapat bersama Komisi III DPR di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025).
Berdasarkan data Litbang Kompas dan aduan masyarakat, Dedi menekankan bahwa sebagian besar kasus polisi bermasalah terjadi di tingkat wilayah.
“Kami melihat 62 persen permasalahan polisi ada di tingkat wilayah dan 30 persen di tingkat Mabes Polri,” ungkap Dedi.
Menurut Wakapolri, permasalahan yang kerap muncul di lapangan antara lain kekerasan, pungutan liar (pungli), penggunaan kekuatan secara berlebihan, dan pelanggaran lain yang berdampak pada kepercayaan publik.
Kondisi ini mendorong Polri untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kinerja dan etika anggota kepolisian.
Sebagai langkah perbaikan, pihak Polri telah menyusun program evaluasi menyeluruh untuk tingkat polres yang berlangsung mulai Januari hingga Juli.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi praktik-praktik yang merugikan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.