Jembatan Ndawuhan Banjarnegara Ambruk, Warga Terpaksa Memutar 30 Kilometer ke Dieng

Jembatan Ndawuhan Banjarnegara ambruk diterjang banjir
Sumber :
  • Tiktok @amalia.desiana

Jembatan Ndawuhan di Banjarnegara ambruk setelah diguyur hujan deras. Akses ke Dieng terputus dan warga harus memutar sejauh 30 km. Pemerintah kini menyiapkan jembatan darurat

img_title ‘Sapi Manusia’ dari Masa Silam Ada di Dieng, Kini Dibidik Jadi Cagar Budaya Nasional

Viva, Banyumas - Warga Desa Ndawuhan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kini menghadapi tantangan besar setelah jembatan utama di wilayah mereka ambruk akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama sepekan terakhir.

Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 3 meter itu menjadi penghubung vital menuju kawasan wisata Dieng, dan kini lumpuh total. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (19/10/2025) malam. Derasnya arus Sungai Ndawuhan menggerus pondasi serta tiang penyangga jembatan hingga tidak kuat menahan tekanan air. Dalam hitungan menit, sebagian badan jembatan ambruk dan hanyut terbawa arus.

img_title Jembatan Garuda Banyumas Resmi Dibuka, Warga Tak Lagi Nekat Seberangi Sungai Tajum Saat Air Meluap

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dampaknya dirasakan langsung oleh warga. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak lagi bisa melintasi jalur utama tersebut. Sebagai gantinya, warga terpaksa memutar melewati Kecamatan Wanayasa dengan jarak tempuh lebih dari 30 kilometer untuk mencapai kawasan wisata Dieng atau pusat kota Banjarnegara.

“Biasanya ke pasar cuma 10 menit, sekarang bisa hampir satu jam lebih. Kasihan anak-anak sekolah juga harus berangkat lebih pagi,” ujar Sutrisno (45), warga Ndawuhan, saat diwawancarai di lokasi kejadian yang dikutip dari tvonenews.

img_title Banjarnegara Punya Proyek Pertanian Canggih! Lahan Tidur 12 Tahun Disulap, Potensi Pendapatan Tembus Rp1,95 Miliar

Selain menghambat aktivitas harian, terputusnya jembatan ini juga mengganggu distribusi hasil pertanian, seperti sayur dan buah, yang biasanya dikirim ke pasar di Banjarnegara dan Wonosobo. Para petani mengaku mengalami kerugian karena biaya transportasi meningkat sementara waktu pengiriman menjadi lebih lama.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah menurunkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk melakukan survei dan penanganan darurat. Menurut Kepala DPUPR Banjarnegara, pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas utama agar akses warga segera pulih.

“Kami sedang menyiapkan jembatan bailey sebagai solusi sementara. Diharapkan dalam beberapa minggu ke depan akses bisa kembali terbuka,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Banjarnegara juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat curah hujan tinggi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Halaman Selanjutnya
img_title