Tragis di Kampus UIN Surakarta! Mahasiswi Lompat dari Rooftop, Sempat Hidup Saat Dievakuasi
- pexel @annhol
Mahasiswi UIN Surakarta tewas usai melompat dari lantai lima gedung kampus. Diduga alami gangguan bipolar dan sempat hidup sebelum meninggal di Rumah Sakit UNS
Viva, Banyumas - Peristiwa tragis mengguncang lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta pada Jumat (17/10/2025). Seorang mahasiswi Program Studi Psikologi berinisial HPN (21) ditemukan tergeletak di area parkir kampus setelah diduga melompat dari lantai lima salah satu gedung fakultas.
Kejadian mengenaskan ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan sontak membuat panik mahasiswa serta staf kampus.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo, korban diduga melakukan tindakan nekat tersebut seorang diri tanpa ada tanda-tanda pendorongan dari pihak lain.
Dikutip dari laman Instagram @surakartakita, Tugiyo menjelaskan Korban melompat dari lantai lima menggunakan kursi yang sudah di amankan sebagai barang bukti. Tidak ditemukan indikasi kekerasan atau dorongan dari orang lain.
Menurut hasil penyelidikan awal, HPN diketahui memiliki riwayat gangguan bipolar dan sebelumnya pernah mencoba melakukan percobaan bunuh diri.
Informasi ini diperoleh dari pihak kampus serta rekan-rekan korban yang mengenalnya cukup dekat. Dari informasi teman-teman dan pihak klinik kampus, korban memang pernah mengalami gangguan bipolar dan sempat ingin mengakhiri hidupnya, namun berhasil dicegah.
Saat kejadian, tubuh korban sempat menimpa sebuah mobil dosen jenis Toyota Innova Reborn berwarna hitam sebelum akhirnya terbentur ke aspal.
Saksi di lokasi menyebut korban masih dalam keadaan hidup sesaat setelah terjatuh dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit UNS untuk mendapat pertolongan.
Namun, sekitar 30 menit setelah mendapatkan perawatan intensif, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia akibat luka berat di kepala dan dada. Kepala Humas UIN Raden Mas Said Surakarta menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa ini.
Ia menegaskan bahwa pihak kampus akan memberikan pendampingan psikologis bagi mahasiswa lain yang terdampak secara emosional akibat kejadian tersebut. Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya dukungan kesehatan mental di lingkungan kampus.
Pihak universitas berkomitmen memperkuat layanan konseling dan deteksi dini bagi mahasiswa yang mengalami tekanan psikologis. Kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kampus harus menjadi tempat yang aman dan suportif bagi mahasiswa.