55 Menit Mencekam di Temanggung: Angin Ekstrem Lumpuhkan Akses Jalan
- BPBD Temanggung
Angin kencang 55 menit di Temanggung robohkan pohon, tembok Setda, dan putuskan jaringan telekomunikasi. BPBD turun tangan evakuasi, kerugian ditaksir jutaan rupiah
Viva, Banyumas - Cuaca ekstrem kembali melanda Jawa Tengah. Kali ini, angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Temanggung pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 14.00 WIB hingga 14.55 WIB. Selama 55 menit, masyarakat dikejutkan dengan terjangan angin yang menyebabkan sejumlah kerusakan di kawasan Jalan Nasional No. 9 Banyurip Barat, Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung.
Berdasarkan laporan warga, angin kencang membuat beberapa pohon besar patah dan roboh. Akses jalan raya utama sempat lumpuh total akibat tertutup material pohon tumbang. Tidak hanya itu, tembok pagar keliling Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Temanggung roboh dengan ukuran sekitar 3 x 0,7 meter.
Kerusakan lain terjadi pada ambalan taman serta rangka besi tanaman rambat yang hancur diterjang angin. Bahkan, jaringan telekomunikasi sempat terputus, membuat komunikasi warga di sekitar lokasi terganggu.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Temanggung, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, DPRKPLH, serta TNI/Polri bergerak cepat ke lokasi.
Mereka langsung melakukan evakuasi pohon tumbang, pembersihan material di jalan, serta pendataan kerusakan. Koordinasi lintas instansi dilakukan agar pemulihan situasi berjalan cepat.
“Penanganan darurat berhasil dilakukan. Jalur lalu lintas sudah kembali normal dan bisa dilalui dengan lancar,” ungkap salah satu petugas BPBD di lokasi kejadian dikutip dari laman BPBD Temanggung.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat angin kencang ini. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,35 juta. Meskipun relatif kecil, peristiwa ini menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem bisa melumpuhkan aktivitas masyarakat dalam waktu singkat.
BPBD Kabupaten Temanggung mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Musim pancaroba kerap memicu cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, hujan deras, hingga petir.
“Kami imbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Jika ada tanda cuaca memburuk, segera cari tempat aman,” tambah petugas BPBD.
Bagi warga, kejadian ini menjadi pengingat bahwa ketahanan infrastruktur dan kesiapsiagaan bencana sangat penting.
Akses jalan nasional yang vital tidak hanya menopang mobilitas masyarakat, tetapi juga jalur distribusi barang dan jasa. Meski situasi sudah kembali normal, masyarakat Temanggung diminta untuk tidak lengah.
Kehadiran tim gabungan yang sigap menangani kejadian ini menjadi bukti nyata pentingnya koordinasi pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warga
Angin kencang 55 menit di Temanggung robohkan pohon, tembok Setda, dan putuskan jaringan telekomunikasi. BPBD turun tangan evakuasi, kerugian ditaksir jutaan rupiah
Viva, Banyumas - Cuaca ekstrem kembali melanda Jawa Tengah. Kali ini, angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Temanggung pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 14.00 WIB hingga 14.55 WIB. Selama 55 menit, masyarakat dikejutkan dengan terjangan angin yang menyebabkan sejumlah kerusakan di kawasan Jalan Nasional No. 9 Banyurip Barat, Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung.
Berdasarkan laporan warga, angin kencang membuat beberapa pohon besar patah dan roboh. Akses jalan raya utama sempat lumpuh total akibat tertutup material pohon tumbang. Tidak hanya itu, tembok pagar keliling Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Temanggung roboh dengan ukuran sekitar 3 x 0,7 meter.
Kerusakan lain terjadi pada ambalan taman serta rangka besi tanaman rambat yang hancur diterjang angin. Bahkan, jaringan telekomunikasi sempat terputus, membuat komunikasi warga di sekitar lokasi terganggu.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Temanggung, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, DPRKPLH, serta TNI/Polri bergerak cepat ke lokasi.
Mereka langsung melakukan evakuasi pohon tumbang, pembersihan material di jalan, serta pendataan kerusakan. Koordinasi lintas instansi dilakukan agar pemulihan situasi berjalan cepat.
“Penanganan darurat berhasil dilakukan. Jalur lalu lintas sudah kembali normal dan bisa dilalui dengan lancar,” ungkap salah satu petugas BPBD di lokasi kejadian dikutip dari laman BPBD Temanggung.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat angin kencang ini. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,35 juta. Meskipun relatif kecil, peristiwa ini menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem bisa melumpuhkan aktivitas masyarakat dalam waktu singkat.
BPBD Kabupaten Temanggung mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Musim pancaroba kerap memicu cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, hujan deras, hingga petir.
“Kami imbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Jika ada tanda cuaca memburuk, segera cari tempat aman,” tambah petugas BPBD.
Bagi warga, kejadian ini menjadi pengingat bahwa ketahanan infrastruktur dan kesiapsiagaan bencana sangat penting.
Akses jalan nasional yang vital tidak hanya menopang mobilitas masyarakat, tetapi juga jalur distribusi barang dan jasa. Meski situasi sudah kembali normal, masyarakat Temanggung diminta untuk tidak lengah.
Kehadiran tim gabungan yang sigap menangani kejadian ini menjadi bukti nyata pentingnya koordinasi pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warga