Warganet Panas! Usulan Syarat S2 dan TOEFL untuk Anggota DPR Jadi Sorotan
- instagram @dpr_ri
Seiring dengan perdebatan ini, beberapa warganet menekankan pentingnya keterampilan komunikasi dan kemampuan memahami isu publik daripada sekadar gelar akademik. Mereka berpendapat bahwa pengalaman dan rekam jejak seorang calon seringkali lebih relevan dalam menjawab kebutuhan rakyat dibanding nilai TOEFL atau gelar S2.
Diskusi tentang syarat akademis tinggi bagi calon pejabat publik ini menyoroti kontradiksi antara meritokrasi dan representativitas dalam demokrasi.
Di satu sisi, syarat akademis dapat meningkatkan kualitas pejabat, namun di sisi lain, hal ini bisa mengecualikan kandidat yang mampu merepresentasikan aspirasi rakyat.
Perdebatan ini diperkirakan akan terus berlangsung, terutama menjelang pemilu mendatang, saat masyarakat mulai menilai calon legislatif berdasarkan kombinasi kemampuan, pengalaman, dan integritas.